RPJMD Bintuni 2025–2029 Jadi Kompas Pembangunan, Bupati Targetkan Kemiskinan Turun ke 21%

Bintuni, TopbNews.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menegaskan RPJMD 2025–2029 sebagai kompas pembangunan 5 tahun ke depan. Komitmen itu disampaikan dalam Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2025 di Gedung Sasana Karya, Rabu (26/8/2026).

Sambutan Bupati Yohanis Manibuy dibacakan Sekda, Ir. Ida Bagus Putu Suratna, M.M.

Yohanis menegaskan RPJMD bukan sekadar dokumen hukum. Menurutnya, RPJMD Harus “Hidup” di Setiap Program.

“RPJMD adalah kompas pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.

RPJMD mengusung visi SERASI: Sehat, Energik, Religius, dan Handal Menuju Bintuni yang Smart dan Empatik.
Visi itu dijabarkan dalam 6 misi: pendidikan, kesehatan, tata kelola pemerintahan, ekonomi berbasis SDA, pemerataan infrastruktur, serta partisipasi dan inovasi masyarakat.

Bupati meminta seluruh OPD tidak menjadikan RPJMD dokumen formal.
“RPJMD harus hidup dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi,” tegasnya.

Target utama RPJMD adalah menurunkan angka kemiskinan dari 26,95% pada 2024 menjadi 21% pada 2029.

“Di balik angka itu ada keluarga yang butuh kehidupan layak, anak butuh pendidikan, petani butuh akses pasar,” kata Yohanis.

Strateginya adalah penguatan pertanian, perikanan, UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, pariwisata, dan investasi yang berdampak ke masyarakat lokal. Kekayaan SDA diarahkan untuk SDM, infrastruktur dan kemandirian ekonomi.

Karena wilayah luas, pembangunan jalan, jembatan, air bersih, energi, dan konektivitas jadi prioritas untuk membuka daerah terisolasi.
Di bidang SDM, pemerintah dorong pendidikan vokasi, keterampilan digital dan ekonomi kreatif agar pemuda Bintuni tidak jadi penonton.

Untuk tata kelola, Bupati minta pemerintahan berbasis data akurat. Setiap OPD wajib update data sektoral. Pelayanan publik juga harus digital agar masyarakat tidak bolak-balik ke kantor.
“Kita harus membangun pemerintahan yang melayani, bukan dilayani,” ujarnya.

Yohanis Manibuy menutup sambutan dengan 3 pesan yaitu :

  1. Sinkronisasi – Program pusat, provinsi, kabupaten harus searah RPJMD
  2. Kolaborasi – Pendekatan pentahelix: pemerintah, kampus, usaha, adat, media
  3. Outcome – Program harus berdampak pada turunnya kemiskinan, stunting, naiknya pendapatan

“Semua program harus berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Bintuni,” pungkasnya.

Pemkab mengajak DPRK, dunia usaha, kampus, tokoh adat, agama, pemuda, perempuan dan media ikut mengawal RPJMD 2025–2029 agar tidak berhenti di dokumen. (*)

Penulis: Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!