
Manokwari, TopbNews.com – Perkembangan teknologi blockchain dan tokenisasi aset menjadi salah satu topik utama dalam kegiatan Vision Sharing Manokwari yang menghadirkan Michael Tanudiredja, CEO Moonbot, sebagai pembawa materi, pada sabtu (22/8) malam di Swisbell Hotel Manokwari.
Dalam paparannya, Michael Tan menjelaskan mengenai potensi perubahan besar dalam sistem keuangan global melalui konsep tokenisasi. Menurutnya, ke depan berbagai jenis aset tidak hanya dapat dimiliki dalam bentuk konvensional, tetapi juga berpotensi direpresentasikan dalam bentuk token digital berbasis blockchain.
Ia mencontohkan sejumlah aset yang selama ini dikenal masyarakat, mulai dari saham perusahaan besar seperti Tesla, Microsoft, Apple, google hingga Nvidia, emas, dan bahkan properti. Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut membuka kemungkinan bagi berbagai aset dunia nyata untuk masuk ke dalam satu ekosistem digital.
“Anda mempunyai sahamnya Tesla, Anda mempunyai sahamnya Microsoft, mau beli emas, semua bisa,” ujar Michael dalam pemaparannya.
Konsep tersebut dikenal sebagai tokenisasi aset dunia nyata atau Real World Assets (RWA). Melalui tokenisasi, kepemilikan atau eksposur terhadap suatu aset dapat direpresentasikan dalam bentuk token digital.
Salah satu potensi yang dibahas adalah perdagangan aset yang dapat berlangsung lebih fleksibel dan tidak terbatas pada jam operasional pasar tradisional.
Michael juga menyoroti potensi penggunaan teknologi blockchain dalam transaksi lintas negara. Ia menggambarkan bagaimana pengiriman uang dari Indonesia ke Amerika Serikat, misalnya, dapat dilakukan melalui sistem berbasis blockchain dengan proses yang berpotensi lebih cepat dan efisien dibandingkan mekanisme konvensional.
Menurutnya, apabila teknologi tersebut semakin banyak digunakan oleh institusi keuangan dan masyarakat, blockchain tidak lagi hanya dipandang sebagai teknologi di balik aset kripto, tetapi dapat menjadi salah satu infrastruktur transaksi keuangan di masa depan.
Dalam paparannya, ia juga membandingkan besarnya pasar modal Amerika Serikat dengan pasar modal Indonesia. Bursa dan perusahaan-perusahaan besar di Amerika memiliki kapitalisasi pasar yang jauh lebih besar, sehingga menurutnya tokenisasi berpotensi membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai instrumen investasi global.
Namun, Michael menekankan bahwa peluang investasi tetap berkaitan erat dengan besarnya modal yang dimiliki. Ia menolak anggapan bahwa modal kecil secara otomatis dapat berubah menjadi kekayaan besar dalam waktu singkat hanya melalui investasi.
Menurutnya, jika investor ingin memperoleh keuntungan nominal yang besar, maka salah satu faktor penting adalah besarnya modal yang ditempatkan. Ia juga menyampaikan ilustrasi bahwa keuntungan dengan persentase yang sama akan menghasilkan nominal yang berbeda tergantung jumlah modal awal.
Michael juga mengajak sekitar 200 undangan yang hadir untuk melihat perkembangan aset digital bukan sekadar sebagai tren jangka pendek, melainkan sebagai bagian dari perubahan infrastruktur keuangan global.
Bagi masyarakat, pesan utama dari perkembangan ini bukan semata-mata soal mengejar keuntungan, tetapi memahami bagaimana teknologi blockchain berpotensi mengubah cara aset dimiliki, diperdagangkan, dan ditransaksikan di masa depan.

Oleh karena itu, CEO dan pendiri (founder) MOONBOT SIP Internasional ini menekankan bagaimana pentingnya berinvestasi untuk mengalahkan inflasi.
“Aset yang paling bertumbuh saat ini adalah aset kripto. Dan Moonbot ini solusi bagi anda yang ingin berinvestsi di aset digital. Selain legal, profit anda bisa capai 30-70 persen, dan yang paling penting adalah uang anda di rekening anda masing-masing. Jadi aman”, jelas Michael Tan.
Lanjut Michael Tan, sistem kerja Moonbot sangat mudah. Moonboot akan membeli saat harga aset turun, dan akan menjual saat harga aset naik.
“Sistem jual beli ini dikerjakan moonbot selama 24 jam secara real time. Namun perlu digarisbawahi adalah profit yang anda peroleh sebanding dengan modal anda. Tidak ada modal kecil, mengharapkan keuntungn besar. Anda perlu waspada bila ada investasi seperti itu ditawarkan bagi anda”, terang Michael Tan.
Diakhir sesi pemaparannya, Michael Tan menyampaikan bahwa modal bukan hal utama tapi keberanian untuk membuat suatu perubahan hidup itulah yang menjadi masalah utamanya.
“Anda sudah tau dunia sedang tidak baik-baik saja, inflasi tidak bisa dihindari, tahun tahun kedepan pasti akan jauh lebih sulit, biaya pendidikan anak semakin tinggi, tapi anda tidak mau melakukan apapun, maka jangan harap perubahan akan datang”, tegasnya.
Vision Sharing Manokwari akan berlanjut minggu dengan agenda Special Dinner with CEO, dan Senin (24/8) Vision Summit di Swisbell Hotel jam 19.00 WIT. Acara Vision Summit khusus bagi mereka yang sudah tergabung sebagai anggota Moonbot.
Manokwari merupakan kota Vision Sharing pertama di Tanah Papua. Road Show Vision Sharing selanjutnya di kota Jayapura, Wamena dan Timika. (*)
Penulis : Rian Lahindah