
Manokwari, TopbNews – Bupati Manokwari, Hermus Indou membantah data putus sekolah di Kabupaten Manokwari yang sempat diungkapkan akademisi, DR. Ir. Agus Sumule beberapa waktu lalu. Menurut Hermus, pemerintah daerah selama ini berpatokan pada data dari lembaga resmi, Badan Pusat Statistik (BPS).
“Data itu persepsi. Siapapun boleh publikasi data.Tetapi jangan orang pakai data itu untuk publikasikan bahwa seolah-olah pemkab tidak menyelenggarakan apa-apa. Tapi data yang dipakai adalah data BPS. Bukan orang perorangan atau perguruan tinggi,” tegas Bupati Hermus, Senin (20/2).
Lebih lanjut, mantan Kepala Biro Kesra Setda Papua Barat, mengatakan secara undang-undang yang berwenang mengeluarkan data adalah BPS. Dan itu bisa digunakan oleh publik.
“Saya ingatkan bahwa data BPS lah data resmi yang dipercaya. Jadi kalau BPS mengeluarkan bahwa angka putus sekolah kita tinggi data itu yg dipercaya,” ujar bupati seraya menegaskan tidak percaya data itu.
“Jangan percaya pada data orang perorang. Saya tidak percaya,” pungkas Bupati Hermus Indou.
Sebelumnya, akhir tahun lalu dalam forum diskusi bertemakan pendidikan yang digelar Polda Papua Barat akhir 2022 lalu, Akademisi Universitas Papua, DR. Agus Sumule mengungkapkan data anak putus sekolah di Papua Barat mencapai lebih 60 ribu orang. Dari data itu, angka tertinggi ada di Kabupaten Manokwari. Yakni mencapai lebih dari 12 ribu anak putus sekolah. (*)
Penulis : Tesan