
Bintuni, TopbNews.com – Semangat untuk meraih prestasi membara di ajang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2026 yang resmi dibuka di Kabupaten Teluk Bintuni.
Sebanyak 817 peserta dari enam kabupaten ambil bagian dalam perhelatan iman dan seni tersebut, sementara tuan rumah Teluk Bintuni menegaskan tekadnya untuk tampil maksimal dan merebut gelar juara di kandang sendiri.
Ketua Panitia Pesparani IV Papua Barat, Joko Lingara, mengatakan pelaksanaan Pesparani berlangsung pada 6 –10 Juli 2026 dengan mengusung tema “Dengan Tuhan Menjalin Persaudaraan.”
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembinaan iman umat Katolik, tetapi juga menjadi wadah melahirkan wakil terbaik Papua Barat menuju Pesparani Katolik Tingkat Nasional.

“Pesparani bertujuan memuliakan Tuhan melalui seni liturgi, meningkatkan pembinaan umat, khususnya generasi muda, mempererat kerukunan, sekaligus menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Papua Barat di tingkat nasional”, ujar Joko.
Ia menjelaskan, total 817 orang terdiri atas peserta, official, panitia, dewan juri, dan unsur pendukung terlibat dalam kegiatan tersebut.
Enam kabupaten mengirimkan kontingen terbaiknya, dengan Teluk Bintuni sebagai tuan rumah menurunkan sekitar 230 peserta, menjadikannya salah satu kontingen terbesar.
Puluhan kategori diperlombakan dalam empat cabang utama, mulai dari paduan suara, mazmur, musik liturgi hingga tutur kitab suci. Seluruh peserta akan bersaing memperebutkan gelar terbaik sekaligus tiket mewakili Papua Barat ke ajang nasional.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengajak seluruh peserta menjadikan Pesparani sebagai ajang kompetisi yang sehat sekaligus mempererat persaudaraan antar umat.

Ia juga menyampaikan optimisme terhadap kontingen Teluk Bintuni yang tampil di hadapan publik sendiri.
“Kita ingin menjadi tuan rumah yang baik sekaligus menunjukkan kualitas. Bertandinglah dengan semangat, junjung sportivitas, dan berikan penampilan terbaik untuk mengharumkan nama Teluk Bintuni”, pesan Bupati.
Menurutnya, Pesparani bukan hanya soal mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bukti bahwa Teluk Bintuni mampu menjadi daerah yang menjunjung tinggi toleransi, persaudaraan, dan kerukunan di tengah keberagaman.
Dengan dukungan masyarakat sebagai tuan rumah, kontingen Teluk Bintuni kini membidik hasil terbaik dan siap bersaing memperebutkan gelar juara umum Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat 2026. (*)
Penulis : Marthina Marisan