
Anggi, TopbNews.com – Pengembangan kopi Anggi terus didorong melalui peningkatan kapasitas petani kopi yang digelar di Kampung Sisrang, Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak.
Kegiatan selama empat hari di mulai tanggal (14/04/2026) diselenggarakan Koltiva bersama Konservasi Indonesia, dengan melibatkan petani kopi di Anggi.
Para petani dibekali materi mulai dari teknik budidaya, pengolahan pasca panen, hingga peningkatan kualitas produksi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Founder Kopi Anggi, Barto Inden, menegaskan potensi kopi dari wilayah Anggi sangat besar dan memiliki peluang kuat untuk menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.
“Untuk saat ini, stok ekspor memang masih terbatas. Tapi kami menargetkan dalam 2 sampai 3 tahun kedepan kopi Anggi sudah siap masuk pasar ekspor,” ujar Barto kepada TopbNews.com, Sabtu (18/04/2026).
Ia mengungkap harga kopi Anggi saat ini cukup kompetitif. Untuk green bean, harga berkisar Rp100.000 hingga Rp200.000 per kilogram, tergantung kualitas.
“Sementara kopi yang telah dibersihkan dan dikemas dengan baik bisa mencapai Rp200.000 per kilogram” Ungkapnya Kepada TopbNews. com, Sabtu (18/04/2026).
Menurutnya, peningkatan kapasitas petani menjadi kunci utama agar kualitas kopi tetap terjaga dan mampu memenuhi standar pasar yang lebih tinggi.
Kondisi alam Pegunungan Arfak yang mendukung menjadi modal besar dalam menghasilkan kopi berkualitas tinggi dan berdaya saing.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan petani, baik dari sisi teknik budidaya maupun pengolahan hasil, sehingga kopi Anggi dapat berkembang sebagai komoditas unggulan daerah.
Kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pengembangan kopi secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Diakhir sesi materinya, Barto Inden yang menjabat Ketua Komunitas AMIN Kabupaten Pegunungan Arfak memberikan dukungan berupa bantuan 300 bibit pohon kopi kepada petani untuk dikembangkan. (*/Marthina Marisan)