
Jayapura, TopbNews- Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menegaskan pasukannya masih terus mengejar Kelompok Separatis Teroris (KST) yang menyandera pilot pesawat Maskapai Susi Air, Philip Mark Mehrtens. Pangdam dan jajarannya juga menegaskan jika foto yang beredar di media sosial dan menampilkan seorang pria berambut pirang tengah memegang bendara Bintang Kejora adalah Pilot Susi Air.
“Personel Pilot Susi Air masih diduga bersama kelompok KST dan terus dilakukan pencarian sesuai kondisi lapangan,” tegas Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa saat jumpa pers di Polres Pelayanan Mimika, Jumat (10/2).
Senada, Komanda Korem 172/ Praja Wira Yakhti, Brigjen TNI J.O. Sembiring menegaskan jika foto yang kini beredar di media sosial adalah berita bohong. Foto itu sengaja disebar sebagai bentuk provokasi dari KST. Dalam berita yang disebar, juga disampaikan jika TNI melancarkan operasi dan mengancam masyarakat di Paro, Kabupaten Nduga.
“Semua itu tidak benar. Itu adalah upaya provokasi gerombolan KST dan simpatisannya,” jelas Danrem 172/PWY.
“Itulah provokasi dan memutar balik fakta. Jika terus dilakukan, bisa melanggar undang-undang,” imbuhnya.
Sebelumnya, di jagat media sosial beredar sebuah foto yang memperlihatkan beberapa orang tengah menenteng senjata dan mengibarkan bendera. Pada salah seorang di foto, terlihat seorang pria berkulit putih dan berambut pirang. Pria yang meneganakan jaket hitam dan celana pendek coklat selutut itu terlihat tengah memegang bendera bintang kejora.
Pada foto tertulis keterangan, “Sylom..slmt mlm. Foto ni dari Paro Kab endugama yang pilot TPNPB tangkat itu,”.
Namun berdasarkan penelusuran, foto yang beredar itu merupakan foto lama dan beredar pada 2022 lalu.
Aparat menegaskan jika Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens yang merupakan warga Selandia Baru masih dicari keberadaannya. Pilot Susi Air bersama beberapa penumpangnya beberapa waktu lalu sempat ditangkap KST. Beberapa penumpang akhirnya bisa menyelamatkan diri. Tapi Pilot Philip terus dicari keberadaannya oleh aparat. (*)
Penulis: Natalia