SK Pengurus PWI Bintuni Diserahkan, Pelantikan Dijadwalkan Mei

Bintuni, TopbNews.com – Mesin organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Teluk Bintuni mulai dipacu. Ketua Tim Formatur, Adrian Kairupan, resmi menyerahkan susunan struktur kepengurusan periode 2026–2029 kepada Ketua PWI Papua Barat, Bustam, dalam pertemuan di Kitorang Cafe, Senin (13/4/2026) malam.

mostbet

Penyerahan menjadi sinyal kuat bahwa PWI Teluk Bintuni tidak ingin berlama-lama dalam fase transisi.

Legalitas organisasi melalui Surat Keputusan (SK) kini dikejar sebagai pijakan menuju pelantikan yang ditargetkan berlangsung Mei 2026.

Adrian menegaskan, langkah cepat ini merupakan bentuk keseriusan tim formatur memastikan roda organisasi segera berjalan efektif.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua PWI Papua Barat yang telah menerima susunan kepengurusan kami untuk segera di-SK-kan sebagai persiapan pelantikan,” tegas Adrian.

Ia mengingatkan soliditas internal adalah kunci. PWI, kata dia, harus tetap menjadi “rumah besar” yang menjaga marwah profesi wartawan di Teluk Bintuni.

Seluruh program kerja ke depan wajib berpijak pada Peraturan Organisasi (PO) serta AD/ART PWI, bukan sekadar agenda seremonial.

Lebih jauh, Adrian menekankan posisi strategis PWI sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami ingin menjadi sahabat pemerintah sekaligus corong aspirasi masyarakat, dengan tetap berpegang pada kaidah jurnalistik,” tambahnya.

Di sisi lain, Bustam memberikan apresiasi tegas terhadap kinerja tim formatur yang dinilai melampaui ekspektasi.

Dari tenggat waktu satu bulan pasca Konferensi III pada 9 April 2026, struktur kepengurusan justru rampung lebih cepat.

“Ini kerja yang patut diapresiasi. Tim formatur mampu bergerak cepat sesuai aturan organisasi,” ujarnya.

Ia memastikan, SK kepengurusan akan segera diterbitkan agar PWI Teluk Bintuni bisa langsung menyiapkan pelantikan dan agenda strategis berikutnya, termasuk konferensi kerja sebagai fondasi penyusunan program.

Namun Bustam juga memberi catatan penting yakni organisasi tidak boleh hanya fokus pada struktur, tetapi juga kualitas anggota.

Ia menegaskan pentingnya orientasi keanggotaan, terutama bagi wartawan yang telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Orientasi adalah syarat penting. Anggota muda harus paham aturan, nilai, dan arah organisasi sebelum resmi bergabung,” tegasnya.

Dengan struktur yang sudah di tangan pimpinan provinsi, PWI Teluk Bintuni kini berada di fase krusial: menunggu legitimasi formal, menyiapkan pelantikan, dan membuktikan bahwa kecepatan ini sejalan dengan kualitas kerja.

Jika tidak dijaga, langkah cepat bisa berujung seremonial semata. Tapi jika dikawal serius, ini bisa menjadi titik balik penguatan peran pers di Teluk Bintuni. (*/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!