Bupati Hermus Indou Temui Menkes RI, Perjuangkan Pembangunan RSUD dan Puskesmas

Jakarta, TopbNews.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Manokwari dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kembali ditegaskan melalui langkah konkret Bupati Manokwari, Hermus Indou.

Hal tersebut ditunjukkan saat Bupati Hermus Indou melakukan audiensi dan tatap muka bersama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Hermus didampingi Wakil Bupati Manokwari, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, serta Direktur BLUD RSUD Manokwari.

Pertemuan itu menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Manokwari kepada pemerintah pusat.

Dalam audiensi tersebut, Hermus Indou secara resmi menyampaikan usulan pembangunan RSUD Manokwari, pembangunan sejumlah Puskesmas baru, serta pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurut Hermus, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu dan akses pelayanan kesehatan melalui penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, representatif, serta sesuai dengan standar nasional.

Selain itu, pembangunan fasilitas kesehatan juga bertujuan memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah secara terintegrasi, mulai dari pelayanan kesehatan dasar hingga pelayanan rujukan di rumah sakit.

“Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kebijakan nasional dalam transformasi sistem kesehatan dan penguatan pelayanan primer yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan”, ujar Hermus.

Bupati Manokwari juga menekankan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dan strategis bagi daerah.

Hal ini didasarkan pada analisis situasi wilayah, kondisi geografis yang menantang, serta persebaran penduduk yang tidak merata.

Selain itu, beban penyakit menular maupun tidak menular yang masih tinggi serta masih adanya distrik yang belum memiliki fasilitas Puskesmas menjadi tantangan serius dalam penyediaan layanan kesehatan yang merata.

Hermus juga mengungkapkan kondisi bangunan RSUD Manokwari yang saat ini mengalami kerusakan berat.

Di sisi lain, daerah tersebut juga belum memiliki Laboratorium Kesehatan Masyarakat Tier 2 sebagai laboratorium rujukan daerah.

“Keterbatasan fasilitas ini berdampak pada kapasitas pelayanan rujukan yang belum maksimal, keterlambatan diagnosis penyakit, hingga belum optimalnya penanganan sejumlah kasus prioritas daerah”, jelasnya.

Melalui usulan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manokwari juga mendorong pembangunan Puskesmas baru di distrik yang belum memiliki fasilitas kesehatan, pembangunan Labkesmas Tier 2, penyediaan rumah dinas tenaga kesehatan, serta pengadaan ambulans dan Puskesmas keliling roda empat.

Dengan langkah tersebut diharapkan sistem pelayanan kesehatan di Manokwari dapat semakin terintegrasi, merata, responsif, serta sesuai dengan standar nasional.

Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyambut baik usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Manokwari.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan Puskesmas dapat diajukan melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dengan jumlah yang disesuaikan kebutuhan daerah.

Namun demikian, pembangunan tersebut harus mempertimbangkan kemampuan operasional fasilitas kesehatan yang akan dibangun. Untuk itu, rasio pelayanan juga dapat disesuaikan menjadi satu Puskesmas untuk 20 ribu penduduk.

Sementara itu, untuk pembangunan atau renovasi RSUD Manokwari secara bertahap, Kementerian Kesehatan membuka peluang realisasi pada tahun 2027. Namun, hal tersebut disertai catatan penting terkait perbaikan tata kelola rumah sakit.

“Kementerian Kesehatan juga akan melakukan pendampingan langsung dalam perbaikan tata kelola rumah sakit”, ungkap Menteri Kesehatan.

Adapun usulan lainnya yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Manokwari akan terus dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dan akan ditindaklanjuti secara berkala oleh Kementerian Kesehatan. (*/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!