BRMP Papua Barat Genjot Perluasan Tanam, Targetkan 4.000 Hektar Sawah Tertanam Demi Swasembada Pangan

Manokwari, TopbNews.com – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat terus mendorong perluasan tanam serta peningkatan produksi pangan di daerah sebagai bagian dari pelaksanaan program Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Kepala BRMP Papua Barat, Abdul Syukur Syarif, mengatakan bahwa BRMP merupakan perwakilan Kementerian Pertanian di Provinsi Papua Barat yang bertugas menjalankan berbagai program strategis kementerian sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian.

“Untuk program utama di Papua Barat, kami sebagai perwakilan Kementerian Pertanian akan menjalankan program kementerian sesuai arahan Presiden dan Menteri Pertanian, khususnya dalam mendukung swasembada pangan”, ujar Abdul Syukur kepada TopbNews.com di Manokwari, Senin (9/3).

Ia menjelaskan, salah satu program yang saat ini tengah digencarkan adalah peningkatan luas tambah tanam (LTT) untuk memperkuat produksi pangan di daerah.

Menurutnya, pada tahun ini BRMP Papua Barat menargetkan lebih dari 4.000 hektar lahan sawah di wilayah Papua Barat dapat tertanam sebagai upaya meningkatkan produksi pangan lokal.

“Target kami tahun ini sekitar 4.000 hektar lebih lahan sawah bisa tertanam. Selain itu, pada tahun 2026 juga direncanakan program cetak sawah baru sekitar 5.000 hektare di Papua Barat”, jelasnya.

Selain sektor tanaman pangan, BRMP Papua Barat juga menaruh perhatian pada pengembangan hortikultura, khususnya komoditas bawang merah yang selama ini masih didatangkan dari luar daerah.

Abdul Syukur mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya mendorong petani agar mulai mengembangkan budidaya bawang merah sehingga ke depan kebutuhan komoditas tersebut dapat dipenuhi dari produksi lokal.

“Selama ini bawang merah masih didatangkan dari daerah lain. Ke depan kami merencanakan agar komoditas ini bisa diproduksi di Papua Barat sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan dari luas”, ungkapnya.

Di sektor perkebunan, BRMP Papua Barat juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk menyalurkan bantuan 20.000 bibit kopi kepada para petani, terutama di wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak yang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas tersebut.

Untuk mendukung peningkatan produksi pertanian secara berkelanjutan, BRMP Papua Barat menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya melalui perbaikan teknik budidaya, peningkatan indeks pertanaman, serta penguatan kapasitas petani dan penyuluh pertanian.

“Jika sebelumnya petani hanya menanam dua kali dalam setahun, kami mengupayakan pada tahun 2026 bisa ditingkatkan menjadi tiga kali tanam. Selain itu, kami juga akan melakukan edukasi dan capacity building bagi petani dan penyuluh sebagai garda terdepan pembangunan pertanian”, pungkasnya. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!