Pemprov Papua Barat Dorong Persatuan dan Kepemimpinan Baru Kemaskey Manokwari

Manokwari, TopbNews.com – Mewakili Gubernur Papua Barat sekaligus Kepala Suku Besar Arfak, Kepala Biro Organisasi Setda Papua Barat, Herman Marthen Rumbewas, menegaskan bahwa kemandirian masyarakat Key telah menjadi bagian penting dalam dinamika sosial, budaya, serta pembangunan di Kabupaten Manokwari.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan musyawarah masyarakat Key yang dirangkaikan dengan agenda pemilihan Ketua Kemaskey Kabupaten Manokwari periode 2026–2031.

Dalam sambutannya, Rumbewas menilai tema yang diangkat dalam musyawarah tersebut memiliki makna mendalam karena mencerminkan jati diri masyarakat adat Key.

Menurutnya, nilai-nilai yang dijunjung masyarakat Key sejalan dengan falsafah hidup masyarakat adat Papua, termasuk masyarakat Arfak, yang menempatkan persaudaraan, kebersamaan, dan sikap saling menghormati sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kemandirian masyarakat Key bukan hanya soal kemampuan berdiri sendiri secara sosial dan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana menjaga harmoni, adat istiadat, dan nilai luhur warisan leluhur di tengah arus pembangunan”, ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan komunitas-komunitas adat di Manokwari, termasuk masyarakat Key, telah memberi warna tersendiri dalam memperkuat persatuan dan stabilitas sosial di Papua Barat.

Peran adat dinilai tetap relevan sebagai penyeimbang dalam kehidupan modern saat ini.

Musyawarah tersebut, lanjut Rumbewas, bukan sekadar agenda organisasi, melainkan juga menjadi ruang adat dan ruang moral.

Forum ini dipandang sebagai momentum penting untuk meneguhkan kembali persatuan warga, mengevaluasi perjalanan kerukunan masyarakat Key selama ini, serta merumuskan arah kepemimpinan ke depan.

“Melalui musyawarah ini, kita tidak hanya memilih pemimpin, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persaudaraan, mempererat solidaritas, dan mendukung pembangunan daerah”, katanya.

Suasana musyawarah berlangsung penuh kekeluargaan, ditandai dengan penyerahan kapur sirih menambah semangat persatuan dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat.

Para tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan turut ambil bagian dalam proses diskusi, menunjukkan bahwa kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Key di tanah Papua.

Dengan terpilihnya kepengurusan baru Kemaskey periode 2026–2031, diharapkan organisasi ini semakin solid dalam merangkul seluruh warganya serta aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Manokwari. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!