
Manokwari, TopbNews.com — Film “Teman Tegar: Maira Whisper From Papua” diputar pertama kali dalam kegiatan special screening di XXI Manokwari, Rabu (15/1),yang dilanjutkan dengan sesi wawancara bersama Anisa, Tim Distribusi Film. Film ini merupakan bagian dari program “Papua First”, sebuah inisiatif film Papua untuk Indonesia yang mengangkat suara dan cerita masyarakat Papua.
Usai pemutaran film, Anisa menegaskan bahwa film ini dibuat bukan hanya sebagai karya hiburan, melainkan sebagai media kampanye publik untuk menggaungkan pentingnya menjaga tanah dan hutan Papua.
“Film ini lahir dari Papua dan berbicara tentang Papua. Pesan utamanya adalah bagaimana kita semua, bukan hanya orang Papua, punya tanggung jawab untuk menjaga hutan dan tanah sebagai sumber kehidupan,” ujar Anisa setelah screening film.
Film yang disyuting di Kaimana, tepatnya di Desa Lobo, ini melalui proses panjang dengan riset selama tiga tahun, persiapan produksi selama dua tahun, dan syuting yang berlangsung pada Agustus hingga September 2024.
Produksi film ini melibatkan 80 persen kru dan pemain lokal dari Kaimana, dengan mayoritas bukan aktor profesional.
Pemeran utama, Maira, bersama para pemain pendukung lainnya, mendapatkan pelatihan akting selama tiga bulan sebelum syuting dimulai.
Proses produksi juga diwarnai berbagai tantangan, terutama terkait akses lokasi di tengah hutan yang sulit dijangkau serta keterbatasan transportasi.
Selain itu, tim produksi membangun rumah adat sebagai properti film selama sekitar satu bulan. Untuk kebutuhan konsumsi, tim melibatkan ibu-ibu gereja setempat dan menerapkan penggunaan wadah makan ulang sebagai upaya mengurangi sampah di kawasan hutan.
Bahan makanan banyak berasal dari alam sekitar, seperti ikan, daging rusa, dan kasbi (singkong) dari hutan Kaimana.
Dalam sesi wawancara usai screening, Anisa juga memberikan klarifikasi terkait adegan penebangan pohon yang muncul dalam film. Ia menegaskan bahwa adegan tersebut bukan direkayasa untuk kepentingan film.
“Penebangan itu memang terjadi di lahan milik masyarakat di pinggiran Kota Kaimana yang sedang dibuka untuk perkebunan. Tim hanya mendokumentasikan proses tersebut setelah mendapatkan izin dari pemilik lahan,” jelasnya.
Anisa berharap, melalui rangkaian screening dan diskusi yang dilakukan, film ini dapat membuka ruang dialog yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Respons penonton sangat emosional. Banyak yang terdiam setelah film selesai. Kami berharap film ini bisa menjadi pemantik diskusi dan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga hutan Papua,” katanya.
Film “Teman Tegar: Maira Whisper From Papua” dijadwalkan launching dan tayang di bioskop pada 5–11 Februari 2026.