
Manokwari, TopbNews.com – Kebijakan efisiensi anggaran nasional yang diberlakukan pemerintah pusat berpengaruh terhadap kapasitas fiskal daerah, termasuk Kabupaten Manokwari. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Manokwari memastikan program strategis, terutama pendidikan gratis dan pelayanan kesehatan, tetap menjadi prioritas utama.
Menurut Hermus, pendidikan gratis dan pelayanan kesehatan merupakan belanja wajib (mandatory spending) yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, sehingga tetap harus dilaksanakan selama anggaran tersedia.
“Program-program ini merupakan belanja wajib daerah, sehingga tetap kami jalankan sesuai amanat regulasi meski ada efisiensi anggaran”, kata Hermus, kepada wartawan, Kamis (15/1/2025).
Hermus menjelaskan, pada tahun 2025 pelaksanaan beberapa program sempat mengalami keterlambatan akibat pergeseran APBD beberapa kali serta tantangan dalam penerapan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Kendala jaringan dan teknis implementasi SIPD disebutnya turut mempengaruhi proses penatausahaan keuangan daerah, sehingga sebagian kegiatan tidak berjalan sesuai jadwal awal.
Meski demikian, Pemkab Manokwari tetap bersyukur karena sebagian besar program strategis tetap dapat terlaksana dan akan ditingkatkan kualitasnya pada tahun ini.
Terkait program pendidikan gratis, Hermus memastikan kebijakan tersebut tidak terdampak efisiensi anggaran. Pada 2025, program ini telah mulai diterapkan secara bertahap.
Ia menyebut, keterlambatan implementasi penuh terjadi karena pemerintah daerah harus terlebih dahulu menyelesaikan payung hukum berupa peraturan daerah.
“Saat ini regulasinya sudah siap, sehingga tahun ini program pendidikan gratis akan dilaksanakan secara penuh di seluruh jenjang pendidikan”, tutup hermus. (*/TOP-03)