
Manokwari, TopbNews- Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo meminta pemerintah daerah lebih peka terhadap kondisi geopolitik dunia. Penyiapan ketahanan pangan dan energy, perlu dipikirkan untuk mengantisipasi terjadinya resesi global. Menurut Perry, Papua Barat memiliki potensi besar untuk pengembangan sektor pangan dan energy terbarukan.
Pada pengukuhan Kepala Perwakilan BI Papua Barat, kondisi geopolitik global memaksa semua negara untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi. “Perang Rusia-Ukraina, adalah contoh yang bisa dipakai. Rusia itu pemasok 20 prosen energy dan pangan dunia. Akibat invasi Rusia ke Ukraina, menyebabkan sejumlah Negara resesi. Amerika resesi. Eropa, Inggris dan bebeapa negara lainnya ikut berdampak,” kata Perry, Kamis (2/2).
Terkait penyiapan ketahanan pangan dan energy, menurut Perry, pemerintah pusat terus berupaya melakukan hirilisasi industry energy listrik dan pangan. Sejumlah sumber-sumber energy dari alam, mulai dibuat.
“Perlu ada sumber-sumber energy baru. Penciptaan sumber energy di luar batubara yang ramah lingkungan mulai dipikirkan. Ketahanan pangan, juga bisa mendorong penciptaan sumber energy baru. Tanaman jagung misalnya, bisa menghasilkan etanol yang dipakai sebagai sumber energy. Jadi selain untuk perut, jagung bisa juga sebagai sumber energy,” tandas Perry.
Selain soal energy dan ketahanan pangan, Perry juga berpesan agar pemerintah daerah meningkatkan pembagunan digitalisasi. Menurut dia, saat ini negara-negara maju sedang mengembangkan teknologi digitalisasi.
“Negara maju sedang mengembangkan infrastruktur digital. Nanti mereka akan menawarkannnya ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Tujuan mereka adalah untuk menguasai data,” lanjut dia. (*)
Penulis: Martina