
Jayapura, TopbNews.com – Pemerintah Provinsi Papua Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarkat Kampung dan Adat Papua, Menyerahkan dua Unit Mesin Parut Sagu Skala sedang kepada dua Kelompok Usaha Tani Sagu Yonake -Miya Kampung Adat Ayapo Distrik Sentani Timur, dan Kelompok Usaha Sagu Tani Honuma Kehiran, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura.
Pelaksana Tugas (Plt) Bidang pemanfaatn Sumber Daya Alam dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna, Agusto Henriques menyerahkan langsung Mesin Parut Sagu Usai Pelatihan dan Ujicoba Alat Parut di Bengkel Teknologi Pak Made Waena Jayapura.
Agusto Henriques berharap melalui Bantuan Mesin Parut Sagu dengan Inovasi terkini pada mesin dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan Produksi Sagu dari Kelompok Usaha Tani penerima manfaat dalam meningkatkan kwalitas dan kwantitas Produksi Sagu di tengah permintaan sagu yang kian meningkat.
“Melalu bantuan mesin parut teknologi terkini penerima manfaat bantuan tidak saja memanfaatkan pati dari sagu untuk di jual dalam bentuk sagu basah saja, tapi ampas dari sagu bisa di kelola menjadi produk lain seperti Briket dari ampas sagu dan produk produk lainnnya yang tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat adat”, katanya.

Menurutnya selain Sagu pada kesempatan yang sama, DPMK edan Adat Provinsi Papua juga menyerahkan peralatan bantuan bagi kelompok usaha pengembang Kopi berupa, Roxpresso, Grinder kopi elektrik, mesin sangrai kopi, ketlle elektrik, cup sealer, dan Oven panggang yang diserahkan kepada Kelompok Usaha White Rose Coffee Distrik Mandala Kota Jayapura.
Sementara di Kabupaten Keerom diberikan bantuan Alat dan Bahan Membatik Kepada Kelompok Seni Budaya FPSB IRAWI Kabupaten Keerom.
Salah satu penerima bantuan mesin parut sagu, Jacob Tokoro mengatakan bantuan ini sangat membantu dirinya bersama kelompok.

“Bantuan ini sangat membantu sekali buat kami kelompok karena sagu sangat membantu perekonomian keluarga. Dari hasil Sagu juga bisa membantu kami untuk biaya sekolah anak anak”, sebutnya.
Diharapkan, bantuan usaha yang diberikan bagi beberapa UMKM dapat dimanfaatkan dengan baik dan tidak dipindahtangankan guna menunjang usaha dan perekonomian kelompok usaha yang ada di Papua. (*)
Penulis : Rachel