
Manokwari, TopbNews.com – Pelatihan akupresor dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) resmi digelar mulai 22 hingga 27 September 2025, di Ruang Royal 2 Aston Niu Hotel.
Kegiatan ini digadang sebagai upaya peningkatan mutu tenaga kesehatan dengan sistem pelatihan yang langsung mengacu pada standar Kementerian Kesehatan.
Pengendali pelatihan, Martinus Franki Kelelufna, menegaskan bahwa pelatihan ini berbeda dari pelatihan biasa.
“Ini bukan sekadar peningkatan kapasitas. Pelatihan ini masuk dalam sistem akreditasi sesuai amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2009 maupun 2014. Kurikulum dipantau langsung oleh Kementerian Kesehatan dan ada quality control untuk memastikan jalannya kegiatan”, kata Martinus, Senin (23/9).
Materi pelatihan mencakup pemanfaatan tanaman toga, kebijakan pengobatan tradisional, teknik akupresor, hingga praktik langsung.
Fasilitator yang hadir pun sudah mengantongi sertifikat akreditasi.
Martinus menjelaskan, peserta dilatih agar mampu mengenal jenis-jenis tanaman tradisional serta manfaatnya, sehingga dapat diterapkan dan disosialisasikan ke masyarakat.
“Ke depan, pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada obat dalam bentuk tablet atau kapsul, tetapi juga dengan memanfaatkan tanaman sekitar lingkungan untuk pengobatan tradisional”, tambahnya. (*)
Penulis : Rian Lahindah