
Manokwari, TopbNews.com – Anggota DPD RI asal Papua Barat, Abdullah Manarai, menegaskan pentingnya afirmasi bagi aparatur sipil negara (ASN) dari Papua dalam struktur Kementerian Agama.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Temu Konsultasi bersama Menteri Agama RI di Jakarta.
Menurut Abdullah, pembangunan bidang keagamaan di Tanah Papua tidak cukup hanya dengan program dan kebijakan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kehadiran putra-putri Papua di posisi strategis Kemenag.
“Papua adalah bagian penting dari wajah Indonesia yang majemuk. Karena itu, kami mendorong agar Kementerian Agama memberi ruang yang lebih besar bagi generasi Papua untuk berkiprah, bukan hanya di level staf, tetapi juga pada jabatan-jabatan strategis”, tegasnya.
Abdullah menilai, representasi tersebut tidak hanya akan memperkuat kepercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah, tetapi juga menghadirkan perspektif lokal yang penting dalam pengambilan kebijakan.
“Dengan memberikan ruang yang adil bagi ASN Papua, kita bukan hanya bicara tentang keadilan birokrasi, tapi juga tentang bagaimana negara benar-benar menghadirkan wajah kebhinekaan dalam praktik pemerintahan sehari-hari”, ujarnya.
Abdullah juga menyampaikan dukungan penuh terhadap agenda penguatan moderasi beragama dan toleransi yang dicanangkan Kementerian Agama.
Ia meyakini, Papua Barat dan Papua Barat Daya memiliki modal sosial yang besar untuk menjadi contoh kerukunan di Indonesia Timur.
“Harapan kami, Kementerian Agama tidak hanya hadir dalam aspek regulasi, tapi juga hadir secara nyata melalui keterwakilan orang Papua dalam struktur kelembagaannya. Ini akan memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap institusi negara”, tambahnya.
Dengan aspirasi yang disuarakan Abdullah Manarai, diharapkan pembangunan keagamaan di Tanah Papua dapat lebih inklusif dan berkeadilan, serta mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.(*/rls)