KKLR PBD : “Jambore Adat, Simbol Persatuan Di Tengah Keberagaman Etnis dan Budaya”

Ketua KKLR Papua Barat Daya, Brury didampingi Sekretaris KKLR PBD dan Tokoh Pemuda Luwu Raya PBD. (Foto : Istimewa)

Sorong, TopbNews.com – Kerukunan Keluarga Luwu Raya Provinsi Papua Barat (KKLR PBD) menilai pelaksanaan Jambore Adat Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2025 yang diinisiasi Lembaga Masyarakat Adat (LMA) PBD sukses dan patut diteladani oleh seluruh suku-suku yang ada di Tanah Papua.

“Giat Jambore Adat Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2025 berjalan sukses serta patut menjadi perhatian semua khalayak suku-suku lain yang ada di Tanah Papua. Dengan kata lain, Jambore Adat memiliki makna pentingnya persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman etnis dan budaya yang ada di Provinsi Papua Barat Daya,” ungkap Ketua KKLR PBD, Brury, SH kepada TopbNews.com di sela-sela kegiatan Jambore Adat Provinsi Papua Barat, Selasa (12 Agustus 2025) di Kota Sorong.

Meski baru saja terbentuk melalui pengesahan SK Pengurus Pusat KKLR Nomor : 069/SK/PW/BPP-KKLR/VII/2025 tanggal 10 Juli 2025, dirinya berharap kehadiran KKLR sebagai penyambung silaturahmi antar sesama anak bangsa meski beda adat dan budaya.

Didampingi Sekretaris KKLR PBD, Chandra Wijaya dan Tokoh Pemuda Luwu Raya PBD, Thamrin, Brury berharap kegiatan Jambore Adat dapat menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam rangka forum silaturahmi bersama seluruh suku-suku lain di Provinsi Papua Barat Daya.

“Kami berharap ajang giat jambore adat ini dapat kembali digelar dengan tujuan lebih mengenalkan dan memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong terciptanya nilai harmoni antar komunitas adat yang ada dan tersebar di wilayah Provinsi Papua Barat Daya,” usul Brury diamini Chandra. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!