
Manokwari, TopbNews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat menyatakan dukungan kuat terhadap upaya percepatan pembangunan SMA Unggulan Garuda yang direncanakan berdiri di kawasan Susweni, Manokwari Timur, Papua Barat.
Wakil Ketua II DPRP Papua Barat, Syamsudin Seknun mengatakan, fokus utama saat ini adalah menuntaskan proses pembebasan lahan sebagai syarat mutlak pembangunan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Seknun menyampaikan bahwa lembaganya akan memberikan lampu hijau bila Pemerintah Provinsi mengajukan anggaran pembebasan lahan melalui APBD Perubahan 2025.
“Kalau penganggarannya dimasukkan, maka kami di DPR akan menyetujui. Ini bagian dari dukungan kami terhadap langkah Gubernur untuk menyukseskan program prioritas nasional, khususnya di bidang pendidikan”, jelas Seknun usai menghadiri Rapat Kerja Panitia Khusus (Pansus) DPR Papua Barat yang digelar di Hotel Vita Niu, Selasa (22/7).
Ia menjelaskan bahwa pembangunan gedung dan fasilitas sekolah akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan kewajiban daerah adalah menyediakan lahan yang bebas dari konflik hukum maupun sengketa adat.
Seknun pun menekankan pentingnya ketepatan prosedur dalam pengadaan tanah agar proyek ini tidak terhambat oleh persoalan klasik yang kerap muncul di wilayah Papua, seperti klaim ganda atau belum adanya kesepakatan adat.
“Proyek seperti ini menyangkut masa depan pendidikan generasi muda. Maka, penyelesaian status tanah harus disikapi serius dan bijaksana. Jangan sampai menjadi batu sandungan”, tambahnya.
Rencana lokasi pembangunan sekolah sendiri berada di lahan seluas 40 hektar di belakang kompleks Sport Center KONI Susweni. Area tersebut telah ditinjau dan mendapat respons positif dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Prof. Stella Christie, yang juga telah menyatakan dukungannya terhadap proyek ini.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, sebelumnya juga telah menegaskan komitmennya untuk mempercepat tahapan administrasi dan teknis agar pembangunan bisa segera dimulai. SMA Garuda diharapkan menjadi simbol kemajuan pendidikan Papua Barat yang menitikberatkan pada sains dan teknologi.
Dengan dukungan lintas sektor antara pusat dan daerah, pembangunan SMA ini dinilai strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua. (*)
Penulis : Rian Lahindah