
Kota Jayapura, TopbNews.com – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan setempat meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura untuk menunjang kinerja kader malaria menuju eliminasi malaria pada 2030.
Kepala Seksi Tuberkulosis dan Malaria pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Silas Mabui dalam kegiatan Jambore Kader Malaria Kota Jayapura mengatakan, kader merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan khususnya penanganan malaria di kelurahan, kampung dan distrik.

“Kekompakan dan kerja sama lintas sektor harus ditingkatkan supaya target eliminasi malaria di Provinsi Papua pada 2030 tercapai”, katanya.
Silas Mabui menyebut, untuk tingkat kota dan kabupaten di Provinsi Papua eliminasi malaria ditargetkan pada tahun 2028 dengan demikian penguatan kapasitas kader malaria sangat penting termasuk dukungan pembiayaan dan logistik.
“Dengan adanya jambore kader malaria Kota Jayapura ini diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan kader dalam melakukan intervensi malaria”, ujarnya.
Dia menambahkan, kasus malaria khususnya di Kota Jayapura hingga semester pertama 2025 tercatat sebanyak 33.313 kasus di mana data ini menunjukkan kinerja Dinas Kesehatan tingkat puskesmas dan dukungan kader malaria setempat sudah sangat baik.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Indra Boedisusanto mengatakan, sesuai Peraturan Wali Kota Nomor 32 Tahun 21 terget eliminasi malaria di daerah ini harus tercapai pada 2028, sementara dari Pusat merencanakan di tahun 2030.
Dia menjelaskan, pihaknya mencatat hingga kini total kasus malaria di Kota Jayapura sebanyak 46.929 kasus sementara Annual Paracite Incidence (API) berada di 111,58 per 1.000 sedangkan syarat eliminasi harus kurang dari satu.
“Sehingga PR kita masih banyak dan kita harus bekerjasama bergandengan tangan sehingga target eliminasi malaria bisa tercapai”, katanya.
Dia mengapresiasi seluruh kader malaria yang terus bekerja dalam pencegahan dan pengendalian malaria di Kota Jayapura.
“Meski dengan tunjangan (honor) yang minim dengan beban tanggung jawab yang berat tapi para kader tetap semangat dalam menjalankan tugas tugasnya”, terangnya.
Diharapkan melalui Jambore Kader Malaria bukan saja menjadi ajang silaturahmi tapi menjadi ajang evaluasi, mengupdate pengetahuan yang baru di program malaria, meningkatkan ketrampilan serta melakukan pembinaan bagi para kader malaria.
Sementara itu, seorang kader malaria, Alista Gainau mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memberantas malaria di daerah ini sehingga target eliminasi kasus tersebut bisa tercapai.

“Kami harus bekerja keras dan lebih semangat meski ada target yang harus dicapai setiap bulannya yakni target kunjungan dari 50-100 dan penemuan penderita malaria 80-100 yang positif dan negatif. Dengan insentif yang minim kami tetap bersemangat untuk memberantas malaria di wilayah kerja masing-masing”, ucapnya. (*)
Penulis : Rachel