Suyanto : 20 Koperasi Merah Putih di Manokwari Resmi Kantongi SK Menteri

Manokwari, TopbNews.com – Sebanyak 20 Koperasi Merah Putih (KMP) resmi berdiri di Manokwari setelah dinyatakan lengkap dan mendapat SK dari menteri. Selanjutnya, proses pendirian KMP lainnya terus berjalan, tercatat sebanyak 30-an akta lain kini sedang dalam tahap penyelesaian.

Sebaran KMP yang sudah terbentuk ini mencakup kampung-kampung di wilayah Kabupaten Manokwari. Di sisi lain, perjalanan membentuk Koperasi Merah Putih tidak selalu mulus. Sebagai Notaris, Suyanto, S.H,. M.Kn., M.H mengaku menghadapi berbagai tantangan teknik di lapangan. Salah satunya adalah jarak pemahaman antara aturan yang ditetapkan dan kondisi nyata di masyarakat.

“Sosialisasi dari dinas belum maksimal. Masyarakat banyak yang belum paham betul proses dan syarat pendirian koperasi,” ungkap Suyanti ditemui TopbNews.com, Kamis (19/6/2025) diruang kerjanya.

Suyanto menjelaskan kendala yang dihadapi membuat proses jadi tersendat, karena pihak-pihak terkait sering kali belum sejalan.

Kendala berikutnya aku Suyanto adalah ketidaksesuaian data, terutama antara KTP peserta dengan daftar hadir. “Kadang yang hadir 70 orang, tapi KTP yang terkumpul cuma 60. Atau sebaliknya, KTP- nya lengkap 70, tapi ada yang buram, tak terbaca, atau masih KTP nasional lama,” jelasnya.

Akibatnya banyak berkas harus dikembalikan dan diperbaiki, memperlambat proses. Suyanto, menyarankan dinas terkait lebih aktif melakukan pendampingan, dan kepada masyarakat yang belum menyelesaikan berkas segera berkoordinasi.

“KTP itu harus disusun rapi, jangan sampai rusak, dan pastikan datanya juga harus sinkron dengan daftar hadir,” pesannya.

Meski begitu, geliat pendirian Koperasi Merah Putih tetap terlihat. Di wilayah Manokwari Selatan, tercatat sudah ada 3 akta yang sedang berproses. Kabupaten Teluk Bintuni juga sudah menyusul dengan dua akta, meskipun daerah lain seperti Pegunungan Arfak masih belum menunjukan pergerakan.

Meski masih ada hambatan di lapangan, semangat untuk membangun ekonomi rakyat lewat Koperasi Merah Putih tak surut. Dengan kondisi yang lebih baik, pendampingan yang lebih intens, dan dokumen yang lebih tertib, harapannya bukan hanya akta yang lahir tapi juga koperasi yang benar-benar hidup dan memberi dampak nyata di tengah masyarakat. (CR-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!