
Kota Jayapura, TopbNews.com – Bupati Kabupaten Puncak, Elvis Tabuni memberikan klarifikasi terhadap pemberitaan terkait Mosi Tidak Percaya yang disampaikan mahasiswa puncak se-Indonesia terhadap Pemerintah Kabupaten Puncak dan Lembaga DPRK Puncak.
Dikabarkan sebelumnya,mahasiswa puncak se-indonesia menyatakan Mosi Tidak Percaya terhadap Pemerintah dan Lembaga DPRK Kabupaten Puncak yang dianggap tidak becus dalam menangani pengungsi asal Distrik Sinak Barat, Distrik Pogoma dan Distrik Bina, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
Bupati puncak, Elvis Tabuni didampingi Wakil Bupati dan Ketua DPRK Kabupaten Puncak dalam jumpa pers menyatakan pihaknya telah melakukan penanganan kepada para pengungsi diantaranya melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan kepada para pengungsi.
“Kami telah melakukan langkah-langkah preventif berdasarkan laporan dari Kepala Badan BPBD Kabupaten Puncak dan berdasarkan kunjungan Pimpinan serta anggota DPRK Kabupaten Puncak dengan melakukan pendataan dan penyaluran bantuan. Dan berdasarkan hal tersebut sebagai Bupati saya telah mengeluarkan Keputusan No.3002.1/68 Tahun 2025 tentang penetapan status tanggap darurat penanganan bencana non alam akibat konflik sosial di tiga Distrik yakni Distrik Pogoma, Sinak Barat dan Bina,” katanya kepada awak media, Jumat 23 Mei 2025.
Elvis Tabuni menyebut penetapan tanggap darurat berlaku selama 14 hari dari tanggal 18 – 31 Mei 2025, sehingga dengan demikian Pemda Kabupaten Puncak bersama DPRK telah mengambil langkah langkah yang sesuai dengan kondisi daerah tersebut.
“Saya mau tegaskan bahwa kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak dan DPRK tidak diam, kami telah mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan kondisi daerah di sana. Kami menggunakan pesawat dari Nabire menuju Distrik Sinak mengantarkan bantuan pakaian dan logistik lainnya,” ungkapnya.
Bupati Puncak dengan nada lantang mengatakan agar para mahasiswa yang menyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada Pemda Puncak dan DPRK agar datang dan terlibat menangani para pengungsi serta melihat lebih dekat kondisi para pengungsi.
“Kalian harus datang lihat langsung di lapangan. Pemda dan DPRK sudah jalan sesuai mekanisme. Jangan kamu diluar daerah tapi bicara seakan kamu ada di lapangan, hentikan itu dan jangan hanya menyalahkan Pemerintah Daerah,” ujarnya dengan nada tinggi.
Dia dengan tegas kembali mengatakan semua yang ada di Pemerintahan Kabupataen Puncak mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRK, Sekda hingga Kepala OPD semua adalah Putra daerah Puncak.
“Tidak mungkin kami membiarkan saja seperti itu, kamu mahasiswa tidak tau yang terjadi di lapangan baru bicara hebat hebat diluar sana,” bebernya.
Menurut mantan anggota DPR Papua, dirinya tak segan-segan akan menghentikan Beasiswa kepada seluruh mahasiswa asal puncak jika tidak meminta maaf dan mengklarifikasi Pernyataan Mosi Tidak Percaya kepada Pemda Puncak dan Lembaga DPRK.
“Saya adalah salah satu tokoh pertama yang mendorong beasiswa bagi mahasiswa asal puncak sejak saya menjadi wakil bupati di jaman Almarhum Lukas Enembe sebagai bupati. Sekarang saya bupati yang bisa mengambil keputusan untuk menghentikan beasiswa kalau kamu (mahasiswa) tidak mencabut kembali pernyataan mosi tidak percaya dan kamu segera minta maaf kepada Pemda dan DPRK Puncak. Harus minta maaf kalau tidak saya akan hentikan beasiswa yang kamu termasuk sekarang,” katanya berulang-ulang.
Wakil Bupati Kabupaten Puncak, Naftali Akawal mengatakan sebagai kaum intelektual, mahasiswa harus bisa menyampaikan aspirasi secara baik dan bijaksana bukanya menyerang Pemerintah.
“Sebagai mahasiswa hendaknya kalian datang dan bicara bahkan bekerjasama dengan pemerintah daerah, jangan hanya bisa bicara di media media itu sangat tidak masuk akal, mengeluarkan statmen di media itu sama saja tidak menghormati kami sebagai orang tua,” ujar naftali.
Naftali menegaskan Pemda Kabupaten Puncak bersama DPRK tidak tinggal diam untuk menangani para pengungsi.
“Sekali lagi saya tegaskan kami Pemerintah Daerah dan DPRK sudah bekerja maksimal menangani pengungsi. Sebagai kaum intelektual yang berpikiran baik, berwawasan luas mari datang kerjasama dengan pemerintah untuk menciptakan daerah yang aman,” katanya lagi.
Ditempat yang sama Ketua DPRK Kabupaten Puncak, Thomas Tabuni membantah dengan tegas pernyataan para mahasiswa yang mengatakan DPRK menutup mata dan tidak melakukan apapun.

“Kami Lembaga DPRK telah
melakukan tindakan preventif yang cepat dengan mengunjungi masyarakat pengungsi di Distrik Pigoma, Bina, Sinak Barat. Kami sebagai putra daerah mempunyai inisiatif dengan menyiapkan bantuan logistik bagi para pengungsi dan turun sampai di tempat,” tuturnya.
Menurut Thomas Tabuni pihaknya telah melakukan tindakan terukur dengan mendata para pengungsi yang mengungsi ke Timika, Nabire bahkan Jayapura.
“Ada juga yang mengungsi ke wilayah Distrik tetangga yakni Distrik Bina dan Kembuk,semua data kami lengkap berapa banyak pengungsi di sinak,” sebutnya.
Dirinya menegaskan agar mahasiswa segera mengklarifikasi Pernyataan Mosi Tidak Percaya dengan permintaan maaf baik ke Pemda dan DPRK.
“Mari kita kerjasama untuk kepentingan masyarakat, ini misi kemanusiaan dan didalamnya tidak ada kepentingan lain,” pungkasnya.
Penulis : NatYo
Mahasiswa jalan pakai beasiswa pestapora di kota2 studi bru mau pintar skali menilai pemerintah