Gubernur Dukung Pelatihan Pangan Lokal Daun Kelor Jadi Solusi Gizi

Peserta Pelatihan Pangan Lokal berfoto bersama staf ahli gubernur bidang perekonomian dan pembangunan di Mansinam Beach Hotel Manokwari. Peserta dilatih mengolah daun kelor menjadi olahan makanan dan minuman bergizi. (Foto : Rian Lahindah/TopbNews. com)

Manokwari, TopbNews.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan melalui Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan.

Kata Mandacan, pelatihan ini merupakan bentuk nyata dari upaya memperbaiki gizi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui pemanfaatan pangan lokal.

“Daun kelor merupakan salah satu bahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi dan kaya manfaat. Melalui pelatihan kita berharap TP PKK dan organisasi wanita dapat menjadi motor penggerak dalam penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal,” ungkap Gubernur melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Niko Tike, saat membuka kegiatan Pelatihan Olahan Pangan Lokal Berbahan Dasar Daun Kelor bagi TP PKK Kabupaten dan Organisasi Wanita se-Provinsi Papua Barat, yang dilaksanakan di Mansinam Beach Hotel, Selasa (6/5). 

Selain mendukung ketahanan pangan, pelatihan ini sebut Gubernur diharapkan mampu menekan angka stunting yang menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah. 

Gubernur menegaskan penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ibu hamil, balita, hingga remaja putri sebagai calon ibu masa depan.

Gubernur Papua Barat diwakili staf ahli saat membuka kegiatan. (Foto : Rian Lahindah/TopbNews.com)

Gubernur mengatakan, pentingnya pangan sebagai kebutuhan dasar manusia yang wajib dipenuhi negara dan masyarakat. 

“Ketersediaan pangan yang cukup belum tentu menjamin terhindarnya masyarakat dari masalah pangan dan gizi. Pola konsumsi rumah tangga yang sehat dan seimbang juga sangat menentukan,” pesan gubernur.

Gubernur mengajak seluruh peserta memanfaatkan potensi pangan lokal secara kreatif dan inovatif agar menjadi menu yang bergizi, seimbang, dan digemari keluarga, sesuai prinsip B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman).

“Kreativitas dan inovasi ibu-ibu TP PKK dan organisasi wanita sangat penting dalam mengangkat nilai tambah pangan lokal, baik dari aspek gizi maupun ekonomi,” tutup Niko Tike.

Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan, Yunita Ivana Abba, menjelaskan pelatihan merupakan upaya strategis mendorong pola konsumsi pangan masyarakat yang lebih sehat dan bergizi.

Peserta pelatihan pengolahan daun kelor menjadi olahan bergizi. Memanfaatkan bahan pangan lokal bernilai gizi tinggi dan kaya manfaat. (Foto : Rian Lahindah/TopbNews.com)

 “Daun kelor dikenal sebagai salah satu superfood lokal yang memiliki kandungan gizi sangat tinggi. Melalui pelatihan kami ingin mendorong masyarakat, khususnya ibu-ibu TP PKK dan organisasi wanita, untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola bahan pangan lokal menjadi olahan yang menarik, enak, dan bergizi,” ujarnya.

“Kami sadar persoalan gizi, termasuk stunting, tidak bisa diselesaikan hanya dari satu sisi. Perlu pendekatan multi-sektor, termasuk dari aspek pola konsumsi. Daun kelor bisa menjadi solusi yang mudah diakses masyarakat, murah, dan kaya nutrisi,” katanya.

Peserta dibekali materi teori dan praktik langsung mengolah daun kelor menjadi berbagai produk makanan dan minuman sehat.

Kegiatan diikuti perwakilan TP PKK Kabupaten/Kota dan organisasi wanita seluruh wilayah Provinsi Papua Barat. 

Penulis : Rian Lahindah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!