
Manokwari, Topbnews.com – Perayaan HUT Pekabaran Injil (PI) ke-170 di Tanah Papua berlangsung semarak dengan pelaksanaan Pawai Budaya Religi yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat.
Koordinator kegiatan, Septer S. Dimara, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian ibadah dan lomba yang telah berlangsung sebelumnya.
“Hari ini merupakan hari terakhir dari agenda seksi acara ibadah dan lomba, yakni Pawai Budaya. Kami menampilkan budaya dari tujuh wilayah adat di Tanah Papua yang ditampilkan oleh jemaat-jemaat dari Gereja Kristen Manokwari. Namun, karena rasa syukur atas hadirnya Injil selama 170 tahun di Tanah Papua, seluruh Gereja, Paguyuban Suku, Organisasi Pemuda, Organisasi Masyarakat, Lembaga Pendidikan, hingga Organisasi Perangkat Daerah turut serta dalam pawai ini,” ujar Dimara.
Ia menjelaskan bahwa hingga batas akhir pendaftaran, terdapat 47 peserta yang telah terdaftar secara resmi di sekretariat panitia. Namun, karena antusiasme masyarakat begitu tinggi, jumlah peserta bertambah hingga lebih dari 50 kelompok, sehingga terlihat ribuan orang sepanjang rute jalan dari Sion Sanggeng dan finish di Gereja Maranatha.

“Banyak peserta yang langsung bergabung di titik start dan berjalan bersama-sama dengan peserta yang telah terdaftar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dimara menegaskan bahwa pawai ini bukan sekadar ajang budaya, tetapi juga bentuk ungkapan syukur atas penyebaran Injil yang telah membawa perubahan bagi masyarakat Papua.
“Kami ingin menunjukkan kepada seluruh masyarakat Manokwari bahwa keturunan dari kedua penginjil, Ottow dan Geissler, masih memiliki hati bagi Papua. Selain itu, kami juga memperagakan kedua cicit mereka sebagai simbol nyata bahwa Injil tidak datang sendiri, tetapi dibawa oleh para rasul,” jelasnya.
Pawai Budaya Religi yang dimulai sejak siang tadi diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 20.00 atau 21.00 WIT.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Injil tetap hidup di Tanah Papua dan terus menjadi berkat bagi seluruh masyarakat. (*/KY)