
Manokwari, TopbNews.com – Harga Tomat pada dua Pasar Sentral di Kabupaten Manokwari berangsur turun pekan ini.
Hal ini di sebabkan oleh berakhirnya Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) dan adanya panen yang melimpah dari petani lokal sehingga harga tomat mengalami penurunan.
Beberapa pedagang di Pasar Sentral Sanggeng dan wosi mengakui bahwa lonjakan harga tomat telah berlangsung selama 2 bulan yakni jelang perayaan Natal dan Tahun Baru hingga berakhirnya pada pekan ini.
“Harga Tomat memang sempat naik itu sekitar bulan November sampai dengan Desember dan hari senin kemarin ini saja yang harganya mulai turun. Jadi harganya naik kemarin itu sekitar Rp.30.000/kg sampai dengan Rp.40.000/kg dan sekarang harganya sudah turun Rp.20.000/kg sampai dengan Rp.25.000/kg” Kata Sima pedagang di pasar Sanggeng kepada media ini, Kamis (16/1).
Sima mengatakan, harga tomat tergantung pada musim panen dari para petani lokal maupun tomat yang berasal dari luar daerah seperti Makassar.
“Jadi harga tomat ini tergantung musim panen juga dari petani di SP maupun yang di susweni. Kalo lagi banjir di pasar wosi kami beli dengan harga Rp.15.000/kg kami jual di pasar Sanggeng Rp.20.000/kg dan jika harganya Rp. 20.000/kg maka kami jual Rp.25.000/kg”, ucapnya menjelaskan, keuntungan yang diperoleh Rp.5.000 per kilonya.
Sementara itu, harga cabai rawit mengalami peningkatan. Demikian halnya bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan harga.
“Harga cabe rawit ini sekarang Rp.60.000/kg padahal sebelumnya itu harganya Rp.45.000/kg sampai dengan Rp.50.000/kg”, ungkapnya.
“Bawang Putih dan merah sekarang itu kami jual dengan harga Rp.70.000/kg dan ini harganya naik, padahal sebelumnya harganya itu Rp.50.000/kg sampai Rp.60.000/kg”, sambungnya menambahkan.
Dikatakanya sekalipun harga Tomat, Cabai maupun Bawang sempat melonjak namun dirinya tidak menemukan adanya protes dari masyarakat terkait peningkatan harga tersebut.
Mewakili para pedagang lainnya Sima berharap kepada pemerintah daerah dan juga dinas terkait untuk melakukan peninjauan secara langsung terkait kenaikan harga sejumlah komoditas, untuk menjaga stabilitas harga dan kenyamanan pasar. (*)
Penulis : Marthina Marisan