
Manokwari, TopbNews.com – Bawaslu Papua Barat menggelar kegiatan Media Gathering dengan tema Penguatan Kolaborasi Bawaslu Papua Barat dan Media dalam Mendukung Pengawasan Partisipatif pada Pemilihan Serentak 2024 di Manokwari, Kamis (20/11).
Dalam sambutannya, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas, Menahen Sabarofek, menyampaikan apresiasi kepada media atas peran aktif dalam mendukung pengawasan pemilu.
“Atas nama Bawaslu Papua Barat, kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi media dalam merilis berita, termasuk kegiatan pemetaan TPS rawan di Papua Barat,” ujar Menahen.

Ia menekankan pentingnya peran media dalam menyalurkan informasi kepada masyarakat terkait tahapan pemilu. Menurutnya, kolaborasi antara Bawaslu dan media menjadi langkah strategis untuk memastikan pengawasan partisipatif berjalan maksimal.
Menahen mengingatkan bahwa tahapan pemilu akan berakhir pada 23 November pukul 21.00 WIT, dilanjutkan dengan masa tenang. Pada periode tersebut, seluruh aktivitas kampanye, termasuk pemasangan atribut dan pertemuan terbatas, dilarang.
“Selama masa tenang, tim kampanye dan pihak terkait tidak boleh melakukan aktivitas kampanye dalam bentuk apapun. Bawaslu akan memastikan hal ini dengan langkah pencegahan, pengawasan, hingga penindakan jika ditemukan pelanggaran,” tegasnya.
Menahen menjelaskan bahwa upaya pencegahan terus dilakukan melalui edukasi publik dan sosialisasi aturan. Dukungan media dinilai krusial dalam menyampaikan informasi ini kepada masyarakat.
“Kegiatan pengawasan dilakukan secara berjenjang, mulai dari Bawaslu Provinsi hingga Pengawas Kelurahan/Desa (PKD). Selama masa tenang, akan ada patroli pengawasan untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan hingga hari pencoblosan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti dua jalur penanganan pelanggaran, yakni mekanisme laporan dan temuan. Laporan dapat disampaikan oleh masyarakat yang memenuhi syarat, sedangkan mekanisme temuan berasal dari penelusuran informasi awal, termasuk pemberitaan media.
“Informasi dari media menjadi data awal penting bagi Bawaslu untuk menelusuri dugaan pelanggaran. Kolaborasi ini adalah bagian dari penguatan pengawasan partisipatif,” tutup Menahen.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara Bawaslu Papua Barat dan media dalam mendukung pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. (*/KY)