
Teluk Bintuni, TopbNews.com – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua Barat melanjutkan peninjauan implementasi dana Otsus di hari kedua dengan mengunjungi Distrik Tuhiba dan sekitar Kampung Lama dan SP 5 di wilayah Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (5/11).
Ketua Tim Koordinator Monev Otsus 2023 Kabupaten Teluk Bintuni, Suparningsih Widiyawati, mengatakan timnya melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan pemanfaatan dana tepat sasaran.

“Selama monitoring dan evaluasi ini, kami meninjau langsung ke lapangan untuk memastikan pemanfaatannya benar-benar mengena ke masyarakat Orang Asli Papua (OAP),” ujar Suparningsih.
Dalam kunjungan tersebut, tim yang terdiri dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan interaksi langsung dengan warga setempat untuk mendapatkan gambaran nyata tentang dampak program-program yang dijalankan pemerintah daerah.
“Tanggapan masyarakat sangat positif terhadap kegiatan yang kami lakukan. Kami juga bertemu langsung dengan masyarakat dan mendengarkan curhatan serta keluhan mereka terkait program-program yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” tambahnya.
Tim Monev menyampaikan beberapa temuan penting dalam kunjungan hari kedua ini. Di Distrik Tuhiba, tim meninjau pembangunan jalan tani yang dibangun pemerintah untuk memudahkan akses masyarakat ke kebun mereka. Selain itu, tim juga mengunjungi sekolah dasar di distrik tersebut untuk memeriksa pembangunan sumur air bersih yang diperuntukkan bagi siswa-siswi.

“Kami juga meninjau pembangunan fasilitas air bersih dan MCK untuk masyarakat di sekitar Distrik Bintuni. Kami melakukan evaluasi terhadap pembangunan MCK yang diperuntukkan bagi rumah-rumah masyarakat OAP,” jelas Suparningsih.
Informasi yang diperoleh dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan implementasi program Otsus ke depannya.
Kegiatan monitoring ini merupakan upaya pemerintah Provinsi Papua Barat untuk memastikan dana Otsus tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat Orang Asli Papua. (*)
Penulis : Erik Azwar