Coffe Morning Kapolda Papua Barat Franki Umpain : Pemimpin ‘ASLI’ Bukan Berarti Dia Harus Punya Identitas OAP atau Non OAP

Manokwari, TopbNews.com – Ada yang unik dan menarik disela-sela pelaksanaan kegiatan Coffe Morning Kapolda Papua Barat bersama Aktivis, Ormas, Karang Taruna dan Tokoh Pemuda di Wilayah Kabupaten Manokwari yang digelar, Kamis (3/10/2024) di aula Hotel Fujita Manokwari.

Pesan inspiratif dan ajakan semangat perjuangan kepada anak-anak asli Papua diserukan Franky Umpain. Ketua Harian LMA Papua Barat Daya itu mencoba membuka sesi acara dengan melontarkan sebuah pertanyaan kepada para peserta, Siapakah pemimpin Papua yang asli menurut orang Papua?. Serta pembangunan di Tanah Papua untuk siapa dan kepada siapa?.
Dengan senyuman khasnya, Kaka Jenggot menuturkan harapannya agar pertanyaan tersebut dapat dijawab para Bakal Calon Kepala Daerah yang saat ini bertarung pada Pilkada 2024 di Tanah Papua.

Menurut Franky, Papua saat ini sedang mencari orang ASLI. Artinya pemimpin yang dirindukan orang Papua adalah sebagai berikut. A = Amanah, S = Sederhana, L = Lugas, I = Inovatif.

“Sangat sederhana ketika membahas orang Papua mencari pemimpin orang ASLI. Artinya, kita tidak boleh membolak-balikkan siapa NON OAP dan siapa OAP pada hari ini. Tetapi mari kita semangatkan pemikiran bahwa mari mencari siapa pemimpin ASLI yang mampu memimpin daerah dengan komitmen ASLI,” ajak Franki.

Kata Franki, Papua selalu belajar dari contoh. Pasalnya, ketika pemimpin berlaku adil, baik, amanah, sederhana, kreatif, inspirator, maka orang Papua akan mencontoh kepada pemimpin Papua yang berlaku baik tersebut.

“Perlu saya garis bawahi bahwa kita jangan menghormati atau mendewakan orang karena status sosialnya tinggi. Tetapi pilihlah pemimpin yang inovatif dan kreatif dalam pembangunan serta berpihak kepada masyarakat adat,” ajak Franki.

Karena itu, pesan Franki, momen kegiatan ini menjadi urgen sebagai ajang silaturahmi para tokoh-tokoh di Kabupaten Manokwari, sehingga mampu mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang cerdas serta mampu melihat orang Papua kedepan agar tidak ada lagi riak-riak di masyarakat untuk menolak orang papua maju.

Franky menitip pesan pula bahwa kedepan kelak jika Papua sudah tidak lagi berlaku Otsus, maka dirinya mengajak masyarakat mengharamkan wilayah ini agar tidak ada lagi pemikiran tentang orang Papua masih bodoh, orang Papua masih ketertinggalan. Sebaliknya, mari kita bersama-sama menghalalkan bahwa Papua semakin maju dan Papua sudah siap bersaing dengan saudara-saudara dari luar.

“Ini sudah dicontohkan Kapolda Papua Barat yang notabene anak Asli Papua dengan pangkat Jenderal serta menjadi kebanggaan Orang Papua di tingkat nasional. Jadikan tokoh-tokoh Papua yang sudah berhasil menjadi inspiratif bagi pemuda Papua, sehingga tidak selalu gagal dalam memikirkan hal-hal yang baik tentang masa depan,” imbuh Franki.

Sebelumnya, Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Jhonny Edizon Isir selaku tuan rumah kegiatan Coffe Morning yang mengundang para aktivis, ormas, karang taruna dan tokoh pemuda di wilayah Kabupaten Manokwari mengajak seluruh peserta agar selalu kedepankan Kamtibmas serta memberikan edukasi yang baik dan positif kepada masyarakat Manokwari.

“Masyarakat harus diberikan edukasi yang cerdas dalam memilih pemimpin, baik Gubernur dan Wakil Gubernur maupun Bupati dan Wakil Bupati di 7 Kabupaten se-Papua Barat pada Pilkada Serentak 27 November 2024,” ajak Kapolda.

Kapolda Isir juga berpesan agar momentum Pilkada dijadikan tolak ukur untuk mengetahui sudah sampai dimana kita?. Apakah kita bergerak maju, kita bergerak mundur ataukah kita hanya jalan di tempat.

“Pilihlah pemimpin yang baik, karena pemimpin baik dapat mendorong tata kelola pemerintahan yang baik, mewujudkan harapan masyarakat dalam semua sektor pembangunan,” imbuhnya.

Sementara mantan Ketua Fraksi Otsus DPRPB, George K. Dedaida menyampaikan pesan kepada masyarakat sebagai pemilih partisipatif pada Pilkada 27 November 2024 untuk memilih bakal calon kepala daerah yang memiliki konsep bagus dan berpihak kepada masyarakat adat.

“Pilih pemimpin yang punya konsep bagus membangun Manokwari. Ini bentuk edukasi pemilih dan cara-cara elegan untuk disosialisasikan. Jangan gunakan hoax untuk saling menjatuhkan. Jadi sudah saatnya kita berubah ke arah konsep yang cerdas dan inovatif,” tegasnya.

Georde berharap pimpinan dan anggota ormas yang hadir dalam pertemuan ini dapat memberikan edukasi yang baik dan dapat memberikan ide maupun konsep yang maju kepada kepala daerah terpilih.

Harapannya, saat terpilih kelak pemimpin dapat menjalankan ide dan konsep pembangunan yang disampaikan tokoh-tokoh yang hadir dalam kegiatan Coffe Morning.

Kegiatan mengusung tema “Momentum Pilkada untuk membangun persatuan dan kesatuan untuk memilih pemimpin yang mempunyai integritas dan kapabilitas menjadikan masyarakat Provinsi Papua Barat yang cerdas dan maju”.(*)

Penulis : Hengky Kadiwaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!