Biayai Pendidikan 10 Orang Dokter Spesialis, Bupati Hermus Harap Kualitas Pelayanan Kesehatan Meningkat

Bupati Manokwari, Hermus Indou didampingi Sekda Manokwari bersama Kepala Dinas Kesehatan dan Dokter Spesialis (Foto.HK/Topbnews.com)

Manokwari, Topbnews.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui dinas kesehatan membiayai pendidikan 10 orang dokter spesialis. Besaran anggaran yang diberikan berkisar Rp.88 juta hingga Rp.103 juta rupiah.

mostbet

Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan, dengan bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Manokwari menunjukkan komitmennya untuk pembangunan kesehatan di Manokwari melalui penyediaan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis.

Bupati Manokwari, Hermus Indou didampingi Sekda Manokwari, Henri Sembiring saat memberikan keterangan kepada media (Foto.HK/Topbnews.com)

“Hari ini kita memberikan dukungan kepada 10 orang dokter spesialis yang sedang menempuh studi di pulau Jawa. Kita berharap kualitas pelayanan kita di RSUD sebagai Ibukota Provinsi kualitasnya meningkat dari waktu ke waktu dengan ketersediaan SDM termasuk dokter spesialias,” kata Bupati usai menyerahkan secara simbolis bantuan dana kepada empat dokter spesialis di ruang kerjanya, Rabu (21/12/2022).

Bupati menambahkan, penyediaan tenaga dokter spesialis juga untuk memastikan RSUD Manokwari sebagai RSUD Ibukota Provinsi Papua Barat kedepan dapat naik status menjadi RSU Rujukan.

“Kalau kita sudah memiliki 10 dokter spesialis, artinya kalau terjadi kasus di Manokwari tidak perlu rujukan keluar karena SDM dokter kita sudah bisa mampu memberikan kemudahan dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alfred Bandaso menjelaskan, dari 10 dokter spesialis yang mendapatkan bantuan tersebut, empat telah selesai dan enam lainnnya masih menempuh pendidikan.

“Besarnya bantuan setiap dokter untuk 1 tahun sebesar Rp. 103 juta untuk 8 dokter dimana 4 yang sudah selesai dan 4 dalam penelitian, serta Rp.88 juta untuk dua dokter karena baru semester 3 dan 5,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alfred Bandaso (Foto.HK/Topbnews.com)

Program peningkatan kapasitas Sumber Saya Manusia Kesehatan (SDMK) Tahun 2022 menurut Bandaso mengalami keterlambatan karena peralihan pengelola.

“Ada keterlambatan pencairan karena peralihan pengelola dari BPKAD ke Dinas Kesehatan. Selain itu proses pemberkasan kembali dari awal dan pertemuan lintas sektor baru terlaksana November untuk pembuatan SK Bupati,” jelasnya.

Program Pendidikan spesialis terdiri dari spesialis mata, THT (2 orang) pulmonologi dan resparasi, radiologi (2 orang), psikiatri, patologik anatomi, neurologi dan spesialis bedah.

Penulis : Tesan
Topbnews.com

Berita Lain :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!