
Jayapura, TopbNews.com – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura menggelar pertemuan advokasi lintas sektor Program Desa aman pangan, pasar aman dari bahan berbahaya dan pangan jajanan anak sekolah.
Kegiatan advokasi komitmen Pemda dan lintas sektor Program Intervensi keamanan pangan dibuka secara resmi Assiten III Setda kota jayapura Nur Bi Adji, Rabu (29/3).
Assisten III Setda Kota Jayapura, Nur Bi adji saat membacakan sambutan Pj Walikota Jayapura mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura sangat mengapresiasi pelaksanaan Program Keterpaduan Keamanan Pangan yang dilaksanakan BBPOM di Kota Jayapura.
“Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya
Dia menambahkan bahwa peredaran obat dan makanan ilegal kini semakin marak seiring dengan perkembangan perdagangan dunia yang didukung kemudahan akses informasi dan pemasaran.
“Kondisi ini menuntut kita bersama untuk selalu waspada terhadap adanya peredaran obat dan makanan ilegal serta berbahaya bagi kesehatan”, katanya.
“Kita sadari bersama bahwa peredaran obat dan makanan ilegal kini semakin marak sehingga seiring dengan perkembangan perdagangan dunia yang didukung kemudahan akses informasi dan pemasaran kondisi ini menuntut kita bersama untuk selalu waspada terhadap adanya peredaran obat dan makanan ilegal serta berbahaya bagi kesehatan,”lanjutnya.
Diharapkan dalam kegiatan ini semua pihak dapat menjamin keamanan dan memperkuat serta memperluas pengawasan pangan olahan yang beredar dimasyarakat juga mengintervensi keamanan pangan jajanan anak sekolah.
“Jangan sampai pengawasan hanya berhenti pada yang hadir dalam acara ini saja dan kepada balai besar pengawasan obat dan makanan di jayapura saya berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan terutama di kalangan anak-anak sekolah yang merupakan tumpuan pembangunan kita di masa mendatang,” tegasnya.
Sementara itu kepala BBPOM Jayapura, Hermanto mengatakan pelaksanaan kegiatan advokasi dalam rangka penggalangan komitmen Pemda dan lintas sektor dalam rangka kegiatan intervensi keamanan pangan.
“Ada tiga kegiatan yang merupakan program prioritas nasional yang terdiri dari 3 program yaitu Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD), Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) dan Keamanan Pangan Jajanan Anak usia Sekolah (PJAS). Kota jayapura merupakan salah satu dari 2 Kabupaten yang tahun ini akan diintervensi oleh BBPOM di papua,” kata Hermanto kepada wartawan.
Dia menambahkan kegiatan intervensi akan melibatkan banyak pihak juga memberdayakan kader dan komunitas yang ada dikota Jayapura.

“Kader-kader ini setelah diberikan sosialisasi yang cukup mereka akan melakukan sosialisasi dan pengawasan ke komunitasnya masing-masing. Ini penting karena merekalah yang akan paling dekat dengan komunitasnya masing-masing baik di desa di pasar ataupun di sekolah,” jelasnya.
Lanjut Hermanto Distrik Muara Tami menjadi Locus BBPOM dalam intervensi pangan untuk wilayah kota Jayapura.
“Lokasi intervensi yang dilakukan BBPOM klasifikasinya ada didaerah yang ada potensi produk-produk olahan lokal dan daerah-daerah wisata juga daerah stunting. Program keterpaduan keamanan pangan ini juga mendukung program pemerintah dalam rangka pengendalian stunting,” paparnya.
Diketahui pada tahun 2024 BBPOM akan melaksanakan intervensi pangan di 3 Kota dan Kabupaten yakni kabupaten Sarmi, Kabupaten Sarmi dan Kota Jayapura.
Acara advokasi intervensi kemanan pangan dihadiri oleh OPD terkait, perwakilan dari sekolah, perwakilan Pasar, Wilayah Distrik Muara tami yang juga merupakan lokus intervensi program Keterpaduan Keamanan Pangan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2024, dan anggota Tim Penggerak PKK Kota Jayapura. (*)
Penulis : NatYo