
Manokwari, TopbNews.com – Acara Lepas Sambut Tahun 2024 diharapkan menjadi momen melepaskan semua kegagalan dan ketidakharmonisan, serta menyambut tahun baru dengan asa baru, untuk pencapaian 10 program PKK.
Hal ini disampaikan mantan Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Papua Barat, Ny. Roma Megawanty saat memberikan sambutan pada Acara Lepas Sambut Tahun 2024 TP PKK Kabupaten Manokwari, yang berlangsung di Auditorium PWKI Provinsi Papua Barat, Jumat (19/1).
“Dalam perjalanan organisasi di Tahun 2023, tentunya ada begitu banyak capaian sesuai dengan program kerja. Tidak mudah untuk mencapai keberhasilan, pasti ada riak-riak kecil yang kadang mewarnai dalam organisasi. Ini wajar dalam berorganisasi. Mari memasuki Tahun Baru, kita lepaskan semua, dan ini menjadi titik pijak untuk pelaksanaan 10 pokok program PKK Tahun selanjutnya”, kata Roma Megawanty.
Menurutnya, dalam memenuhi tuntutan kinerja dan kebutuhan masyarakat, sebagai upaya peningkatan kinerja dan memperkuat kelembagaan, diperlukan kemampuan dan profesionalisme dalam pengelolaan Gerakan PKK.
“Untuk itu, teruslah meningkatkan dan mengembangkan kapasitas, agar kerja kader semakin optimal. Karena dengan pengembangan kapasitas, organisasi secara efektif dan efisien dapat mencapai tujuan organisasi”, tutur Roma.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam sebuah organisasi, seluruh anggota dituntut memberikan kontribusi. Karena itu, ia menitipkan 5 hal yang senatiasa ditanam dibenak seluruh anggota PKK sehingga dapat berkontribusi.
Pertama, Visi Bersama. PKK mempunyai Visi yang hendak dicapai. Visi ini bukan hanya sekedar tujuan organisasi, melainkan visi tersebut dihasilkan dari pandangan dan cita-cita yang sama dalam Rakernas. Karena itu harus dicapai disemua jenjang organisasi dan dibutuhkan komitmen bersama oleh seluruh anggota Tim.
Kedua, Berpikir Sistem. Berpikir sistem adalah berpikir secara menyeluruh dimana setiap pokja dalam organisasi merupakan satu kesatuan yang saling memiliki pengaruh. Apabila salah satu pokja memilki kinerja yang lemah, maka seluruh kinerja dalam organisasi tersebut pun akan melemah.
Ketiga, Penguasaan Pribadi. Didalam organisasi belajar, setiap anggota yang terlibat harus menjadi seorang lifelong learning, setiap anggota tersebut harus mendalami visi, program kerja dan memberikan energi kepada organisasi. Intinya adalah, pengembangan penguasaan pribadi menuntut setiap pihak yang terlibat senantiasa belajar secara mandiri dan bersama-sama untuk meraih visi pribadi dan visi organisasi.
Keempat, Integritas. Integritas ditunjukan dengan sikap yang baik. Dalam pelaksanaan program kerja, jangan menjadikan organisasi untuk mengambil keuntungan pribadi. Berikan sikap disiplin, kerja keras, bersinergi, kolaboratif, mau belajar dengan suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan organisasi.
Kelima, Kelompok Belajar. Jadikan organisasi sebagai media kelompok belajar, untuk meningkatkan pengetahuan dan memberdayakan kemampuan para anggotanya.
“Mari kita renungkan bersama, sudah berapa kontribusi kita. Siapapun kita, apakah anggota, Ketua Pokja, Ketua Bidang, Bandahara, Sekretaris, semua mempunyai kontribusi. Dan itulah organisasi yang ideal. Jangan hanya mempunyai label “Anggota Organisasi yang NATO” (No Action Talk Only)”, kata Roma.
Diketahui, Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan gerakan masyarakat yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat, dengan prinsip kerja partisipasif.
Melalui Gerakan PKK ini, peran serta aktif segenap lapisan masyarakat dalam pembangunan ikut digalang dan ditingkatkan, sehingga diharapkan dapat lebih merata dan berkualitas dalam memikul beban dan tanggung jawab pembangunan, maupun dalam menikmati pembangunan itu sendiri.
Penulis : Tesan