
Manokwari, TopbNews.com – Penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere menghadiri Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilihan Kepala Daerah dan Deklarasi Pilkada Damai 2024 di Lapangan Kodam XVIII/Kasuari, Arfai Manokwari, Selasa (20/8).
Tujuan diadakan Deklarasi Damai ini untuk bersama-sama mewujudkan Pilkada 2024 di Papua Barat agar berjalan aman, lancar, sukses dan Damai.
“Oleh karena itu persiapan-persiapan menuju Pemilu Damai telah kita persiapkan dengan baik sesuai dengan tehapan-tahapannya, serta sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya”, sebut Ali Baham.

Ali Baham menyampaikan, Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam kaitannya dengan penyiapan anggaran, dan mendorong secara terus menerus, agar partisipasi politik seperti halnya di Pemilihan Presiden, DPR RI, DPD, dan DPR Provinsi, serta DPR Kabupaten, angka partisipasi diatas 80 persen.
“Maka diharapkan nanti pada Pilkada yang akan datang, paling tidak sama atau bisa lebih dari itu”, kata Ali Baham Temongmere.
“Tentunya yang terdepan disini adalah Polda yang memberikan dukungan dan keamanan, yang dibantu oleh TNI serta jajarannya. Oleh sebab itu kami sangat berharap dukungan keamanan dan ketertiban bisa dicapai”, sambungnya menambahkan.
Lanjutnya, pembangunan dapat berjalan apabila keamanan terjaga, dan pembangunan dapat berjalan apabila proses peralihan kepemimpinan secara demokratis sesuai dengan komitmen bangsa, dan negara.
“Bangsa demokrasi yang besar dan kuat terjadi apabila aman, peralihan kepemimpinan dilaksanakan secara demokratis, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Inilah dari sisi pemerintahan yang nanti berdasarkan fungsi kesejahteraannya masyarakat baik pendidikan, kesehatan itu semua tergantung pada proses ini”, ungkapnya.
Oleh karena itu ia mengingatkan kewajiban semua komponen masyarakat yang ada di Provinsi Papua Barat harus menyukseskan Pilkada 2024 ini.
Sementara, Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI Haryanto dalam amanatnya menyampaikan, apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan sejauh mana kesiapan personel dalam rangka mendukung pengamanan kegiatan Pilkada tahun 2024 di Wilayah Papua Barat.

Ia berpesan, agar proses tahapan Pilkada dijaga dengan baik sehingga mencegah terjadinya konflik.
“Hindari politisasi SARA, kampanye hitam dan aktivitas lainnya yang dapat menodai pelaksanaan Pilkada, sehingga menimbulkan perpecahan dan mengancam kebhinekaan serta kesatuan bangsa,” Pesan Pangdam.
Turut hadir pada Deklarasi Damai tersebut ialah Kapolda Papua Barat, seluruh Forkopimda, seluruh partai politik, Organisasi Keagamaan, Tokoh Pemuda, serta seluruh komponen masyarakat. Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Deklarasi Damai oleh undangan yang hadir. (*/KY)