Tingkatkan Layanan Reproduksi, RS Ramela Terima Hibah Alat Laparoscopy

Jayapura, TopbNews.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas P3AKB menyerahkan bantuan alat Kesehatan (Alkes) Laparoscopy kepada Rumah Sakit Ramela.

mostbet

Peralatan Laparoscopy diserahkan langsung oleh Wakil Walikota H Rustan Saru kepada Direktur RS Ramela, disaksikan empat anggota Komisi D DPRD Kota Jayapura.

Kepala Dinas P3AKB Kota Jayapura, Betty Puy mengatakan Alkes ini merupakan bantuan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) dan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kemendukbangga.

“Penggunaannya tentu untuk Rumah sakit dan pengadaannya melalui kami DP3AKB”, katanya.

Betty Puy menyebut, Peralatan Laparoscopy dihibahkan kepada Rumah Sakit Ramela karena RS Ramela Koya belum memiliki dan telah menjadi sasaran sejak 2023. Tapi karena harus melengkapi segala persyaratan untuk dapat diberikan sehingga baru tahun 2025 ini bisa adakan.

Betty menambahkan, Peralatan Laparoschopy mempercepat dan mempermudah medis dalam melakukan Operasi Tubektomi.

“Jadi alat ini digunakan bagi wanita untuk steril yaa, jadi ini untuk keluarga yang memang sudah tidak berencana mempunyai anak lagi tentu dengan beberapa syarat salaj satunya harus ada persetujuan suami”, jelasnya

Diakuinya saat ini pihaknya masih memiliki tantangan. Termasuk juga petugas lapangan dari BKKBN yang bergerak di lima distrik, 35 kelurahan dan 14 kampung untuk memberikan sosialisasi, membangun pemahaman kepada masyarakat dalam melakukan tubektomi atau KB steril.

“Semua kembali kepada keluarganya. Tugas kami hanya memberikan pemahaman kepada mereka. Kehadiran seorang anak merupakan anugerah. Tetapi anugerah ini harus diberikan hak-haknya. Seperti hak untuk hidup dan tumbuh kembangnya”, ungkapnya kepada awak media.

Ditegaskannya, sosialisasi yang dilakukan BKKBN yakni keluarga berencana, yang bukan untuk membatasi punya anak cukup dua saja. Akan tetapi bagaimana mengatur jarak kehamilan. Sehingga kesehatan sang ibu bisa terpenuhi dan bisa berencana mempunyai anak lagi.

Namun terkait dengan laparascopy atau steril kandungan ini, Pasangan suami istri sudah harus siap untuk tidak menambah anak lagi.

Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru kepada wartawan seusai melihat langsung jalannya operasi mengatakan, Alkes baru ini bertujuan untuk membantu masyarakat, Khususnya kaum perempuan yang sudah berkeluarga dan ingin melakukan operasi ringan dengan melakukan steril kandungan.

Selain dari itu, kegunaan alat ini bisa juga untuk memeriksa deteksi dini kandungan, seperti kista dan lain sebagainya. Maka kehadiran alkes ini mempunyai dampak positif terhadap masyarakat/warga Kota Jayapura.

“Hari ini sudah ada 12 orang yang dioperasi dan ini gratis, Prosesnyapun cepat dan nanti melalui BPJS”, jelasnya.

Rustam Saru menegaskan penggunaan alat ini gratis dan biaya ditanggung negara yakni melalui BPJS. Untuk itu semua pasien harus dan wajib memiliki kartu BPJS Kesehatan.

“Sebab walikota Jayapura sudah menekankan kepada warga kota untuk memiliki kartu BPJS Kesehatan. Supaya ketika berobat ada kemudahan,” sebutnya

Dirinya berharap dengan adanya Alat Kesehatan Laparoscopy dapat melengkapi apa yang menjadi kebutuhan RS Ramela sehingga bisa memberikan pelayanan, Sesuai dengan kebutuhan masyatakat di kota jayapira khususnya yang berada di Distrik Muara Tami.

Sementara itu Direktur RS Ramela, Fredriks Hisage menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan yang diberikan kepada RS Ramela.

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkot Jayapura dalam hal ini DP3AKB dimana bantuan ini bukan hanya merupakan dukungan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan, namun juga sebuah langkah strategis dalam mewujudkan keluarga Iyang berkualitas,” katanya

Dia menambahkan alat laparoskopi ini akan memperkuat pelayanan kontrasepsi mantap (tubektomi) di RS Ramela, dengan pendekatan teknologi minimal invasif yang aman dan efektif. (*)

Penulis : Rachel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!