
Manokwari, TopbNews.com – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Pesparani Katolik IV tingkat Provinsi Papua Barat yang akan digelar di Kabupaten Teluk Bintuni.
Hal itu terungkap dalam rapat persiapan yang dipimpin langsung Ketua LP3KD Papua Barat, Roberth KR Hammar, bersama jajaran pengurus, Sabtu (31/1/2026).
Rapat tersebut membahas pembentukan panitia pelaksana, serta sejumlah agenda teknis lainnya.
Dalam wawancara usai rapat, Hammar menjelaskan bahwa Pesparani tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat di tingkat provinsi.

“Pesparani I dulu digelar di Manokwari, sedangkan Pesparani II dan III dilaksanakan secara hybrid. Tahun ini kita kembali siapkan pelaksanaan secara langsung dengan skala yang lebih baik”, ujarnya, Sabtu (31/1).
Ia mengatakan, Teluk Bintuni telah disepakati sebagai tuan rumah setelah pelantikan LP3KD Bintuni tahun lalu, melalui koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
“Waktu pelaksanaan masih tentatif antara 1 sampai 4 Juni. Kita rencanakan sebelum perayaan hari ulang tahun kabupaten supaya lebih mudah dalam pengaturan akomodasi dan dukungan daerah”, jelas Hammar sembari mengapresiasi Bupati Teluk Bintuni yang mendukung penuh pelaksanaan kegiatan.
13 Mata Lomba, Fokus pada yang Berpeluang ke Nasional
Pesparani IV Papua Barat akan mempertandingkan 13 mata lomba, di antaranya Cerdas Cermat Rohani, Bertutur Kitab Suci, Mazmur, Paduan Suara Gregorian, Paduan Suara Anak, Dewasa Campuran, serta paduan suara sejenis pria dan wanita.
Namun demikian, LP3KD Papua Barat tidak akan memaksakan semua kategori untuk dibina secara maksimal. Fokus utama diarahkan pada cabang yang dinilai paling berpeluang bersaing di tingkat nasional.
“Kita akan fokus pada empat mata lomba yang punya potensi tinggi, seperti paduan suara anak, OMK, paduan suara campuran, dan bertutur Kitab Suci. Target kita minimal empat kategori bisa kita kirim ke tingkat nasional”, katanya.
Hammar mengakui, capaian Papua Barat pada ajang sebelumnya masih perlu ditingkatkan.
“Secara rata-rata kita baru mampu meraih sekitar tujuh medali. Ke depan kita ingin lebih kompetitif. Untuk peserta yang lolos ke nasional, pembinaan akan langsung ditangani provinsi karena nilai yang dibutuhkan harus di atas 95 supaya bisa benar-benar bersaing dan meraih gelar juara”, tegasnya.
Kabupaten Diminta Sesuaikan Kemampuan Terkait Partisipasi Daerah
Hammar mengimbau tujuh kabupaten di Papua Barat agar menyesuaikan keikutsertaan dengan kemampuan masing-masing.
“Kami tidak mewajibkan semua kabupaten ikut semua kategori. Silakan fokus pada cabang yang menjadi keunggulan daerah dan sesuai kemampuan keuangan. Yang penting seleksinya objektif, sehingga yang diutus benar-benar yang terbaik”, ujarnya.
Lokasi Lomba Dipusatkan di Dalam Kota Bintuni
Untuk lokasi kegiatan, panitia telah menyiapkan sejumlah tempat di dalam Kota Bintuni.

“Pembukaan dan penutupan direncanakan di Gedung Serba Guna. Selain itu, lomba-lomba akan digelar di Aula Kementerian Agama, Aula Gereja, dan beberapa gedung lain yang representatif di dalam kota”, jelas Hammar.
Ia pun berharap dukungan penuh dari umat Katolik maupun pemerintah daerah agar penyelenggaraan Pesparani IV berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi pembinaan iman serta seni gerejani.
“Kami harapkan dukungan semua pihak supaya Pesparani Katolik IV Papua Barat ini sukses. Harapan besarnya, pada Pesparani Nasional tahun 2027 di Sulawesi Utara, Papua Barat bisa meraih hasil terbaik bahkan menjadi champion”, pungkasnya. (Red)