
Manokwari, Topbnews.com – Bupati Manokwari, Hermus Indou menyatakan, julukan kota Manokwari sebagai Kota Injil harus dimaknai sebagai pengikat masyarakat antara satu sama lain tanpa membedakan suku dan agama.
Sebab kata Bupati Hermus, makna Manokwari sebagai kota Injil adalah: Kota Kebenaran dan Kekuatan Allah, Kabar baik, Kesukaan dan Sukacita, Kasih Karunia Allah, Kota Pembebasan, Kemerdekaan, Penebusan dan Keselamatan Allah, serta Kota Perjanjian Allah.
“Selain itu Manokwari sebagai Kota Injil juga bermakna sebagai Kota Sejarah, Transformasi, Kota Peradaban, Toleransi serta Kota yang Majemuk, Plurisme dan Hetrogenitas,” Ujar Bupati Hermus, sebagai narasumber pada kegiatan seminar sehari yang digelar Jemaat GKI Efrata Wosi, Manokwari, Sabtu (3/6).
Dalam pemaparannya Bupati mengatakan, Kebijakan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Manokwari di Bidang Keagamaan berlandaskan pada Penguatan Regulasi Daerah, Penguatan Kelembagaan Bidang Keagamaan, Pemantapan Fungsi dan Peran Manokwari sebagai Kota Religi, Peradaban dan Kota Injil, Pemantapan Program Pembinaan Pembangunan Bidang Keagamaan serta Pemantapan Pembinaan Toleransi dan Kerukunan antar umat beragama.

Bupati Hermus berpesan, masyarakat kota Manokwari hendaknya menjaga persatuan dan kesatuan Jemaat, Gereja, Agama, Masyarakat, Bangsa dan Negara, serta hidup toleransi, rukun dan damai.
“Fokus urus urusan agamamu dan jangan sibuk urus urusan agama orang lain. Serta implementasikan makna Kota Injil dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Bupati Hermus.
Ia berharap agar masyarakat dapat melaksanakan hukum kasih secara total, menghindari penyakit sosial dan penyakit birokrasi pemerintahan serta mendukung dan sukseskan program pemerintah daerah.
Seminar sehari yang digelar di Gedung Serbaguna GKI Efrata Wosi itu, dalam rangka HUT PKB Jemaat GKI Efrata Wosi Ke-50. (*)
Penulis : Marthina Marisan