
Manokwari, TopbNews- Pemerintah Manokwari akan menggelontorkan dana sebesar Rp.52,125 milyar tahun ini sebagai komitmen percepatan penurunan stunting. Alokasi anggaran ini naik signifikan dibanding tahun lalu yang hanya Rp.3,24 miliar. Besarnya alokasi anggaran yang diberikan karena angka stunting di Manokwari ada di angka tertinggi, yakni 36,60% atau naik 9,7% di tahun 2022.
“Tingginya kasus stunting di tahun 2022 mengharuskan pemerintah daerah pada 2023 meningkatkan anggaran sebesar 73,61 persen. Harapannya, bisa menurunkan 14 persen agar target secara nasional bisa tercapai,” ujar Sekda Manokwari, drg. Hendri Sembiring dalam Roadshow PMK Percepatan Penurunan Stunting dan Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Papua Barat, Selasa (21/3).
Menurut Sembiring, tingginya kasus stunting di Manokwari disebabkan kemiskinan ekstrem secara global. Ini itu, menurut mantan Kepala RSUD Manokwari ini menunjukan masih minimnya komitmen para stakeholder di daerah.
“Angka Stunting 36,60 persen atau meningkat capai 9,7 persen. Dengan angka tersebut belum maksimalnya implementasi program pencegahan secara masif. Sehingga target pencapaian secara nasional belum dapat terwujud,” terangnya.

Pertemuan itu dihadiri Plt. Kepala Bappeda Provinsi Papua Barat Melkias Werinusa, Staf Ahli Gubenur Niko Tike, Kepala Bappeda Kabupaten Manokwari, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Asisten III Setda Manokwari, Pengurus Tim Penggerak PKK, Kepala Dinas Sosial, Kapolsek Kota Manokwari, Perwakilan Dandim 1801, dan perwakilan Kejaksaan Negeri Manokwari.
Penulis : Tesan