
Manokwari, TopbNews.com – Solidaritas mahasiswa dan rakyat Manokwari, Provinsi Papua Barat menggelar aksi demo serentak di 4 lokasi yaitu depan pintu gerbang kampus UNIPA, Kantor Lurah Amban, Asrama Mahasiswa Mansinam, serta Perempatan Lampu Merah Makalou Manokwari, Rabu (29/10/2025).
Orator aksi demo terlihat menyuarakan penolakan sejumlah kebijakan dan aturan nasional maupun pemerintah daerah.

“Kami minta aparat kepolisian mengawal jalannya demo dan melindungi para mahasiswa dan masyarakat yang terlibat dalam orasi ini karena dilakukan untuk rasa tanggung jawab kepada masyarakat papua, terkhusus kaum perempuan Papua,” ungkap salah satu orator melalui megaphone.
Mahasiswa yang tergabung Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNIPA, BEM STIH Manokwari, BEM STIKP Manokwari, HMI Cabang Manokwari dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) juga gabungan kelompok masyarakat menuntut perubahan dan penyelesaian masalah di tingkat pemerintah daerah.

Berikut beberapa point yang disampaikan mahasiswa dan masyarakat kepada pemerintah Provinsi Papua Barat, DPR Papua Barat, serta MRP Papua Barat yaitu :
- Mendesak pengesahan RUU perampasan aset dan RUU masyarakat adat.
- Menolak kenaikan pajak yang dianggap membebani rakyat kecil serta menolak segala bentuk tindakan kekerasan kepada perempuan.
- Menolak efisiensi di atas tanah Papua serta memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah daerah dalam mengelola dana otonomi khusus.
- Menuntut DPRP Papua Barat agar menyelesaikan permasalahan masyarakat kecil di Provinsi Papua Barat.

Mahasiswa mendesak anggota DPRP Papua Barat tidak tinggal diam namun harus berpihak pada kepentingan masyarakat kecil, terlebih khusus perempuan papua yang berjualan di pasar dan di pingiran jalan-jalan dan rumah yang selalu membawa dampak baik buat keluarganya. (Hengky Kadiwaru)