“SI PINTAR” Kasuari Pemenang Maskot Pilkada Papua Barat

Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Paskalis Semunya saat menjelaskan filosofi Guring Kasuari (Foto : dokumen TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Paskalis Semunya menegaskan, “SI PINTAR” dipilih sebagai pemenang lomba Maskot Pilkada Papua Barat Tahun 2024 karena memiliki filosofi Kasuari yang notabene merupakan lambang Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Paskalis saat menyampaikan sambutan selamat datang kepada Ketua KPU RI, Dr. Idham Kholik menjelaskan, pertimbangan KPU memilih maskot bernama “SI PINTAR” karena makna filosofis di balik peta pulau papua.

“Peta Pulau Papua ibarat surga kecil jatuh di muka bumi. Peta Pulau Pulau jika dilihat bisa mirip Dinosaurus, bisa mirip cendrawasih dan juga mirip kasuari dalam keadaan duduk. Artinya, pulau besar yang membentang dari PNG sampai raja ampat, ibarat burung kasuari,” jelas Paskalis dihadapan masyarakat Papua Barat yang hadir menyaksikan acara peluncuran Tahapan Pilkada Serentak Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat, Selasa, 11 Juni 2024 di lapangan Kantor Gubernur Papua Barat.

Burung Kasuari aku Paskalis, mendiami wilayah gunung hingga mendekati laut. Secara eksistensi, burung kasuari yang berdiri kokoh itu ibarat mempertahankan diri. Filosofi lain dari peta pulau Papua yang terlihat mirip burung kasuari duduk menghadap ke barat menandakan tanda alam bahwa sebuah kasuari akan berjalan sesuai buah jatuh, dimana akan berhenti di satu titik sebelum menuju titik berikut. Saat duduk, kasuari akan tahu bahwa daerah itu aman, selanjutnya dia akan berjalan untuk memakan buah berikut.

“Ini memaknai filosofi peta Pulau Papua ibarat burung kasuari duduk menghadap ke arah barat karena kasuari melihat terdapat buah segar di wilayah Barat yaitu negara kesatuan republik Indonesia. Ada harapan disana. Ada buah segar disana. Maka kita akan memilih pemimpin papua barat yang akan mampu mengambil barang segar, ambil seluruh kesejahteraan ke tanah papua untuk kemaslahatan hidup orang banyak di Provinsi Papua Barat,” aku Paskalis.

Filosofi ketiga disebutkan Paskalis adalah jika di peta nampak posisi kaki kasuari di wilayah Merauke, posisi badan kasuari berada di papua tengah dan posisi kepala di kepala burung. Maka jika melihat endapan sumberdaya alam yang ada sangat berlimpah. Ini diibaratkan perut Burung Kasuari. Semakin besar perut, maka kekayaan alam papua juga sama besarnya dengan perut kasuari. Contoh tambang emas di Freport Provinsi Papua Pegunungan. Begitu pula ibarat mulut atau leher burung kasuari turun kebawah, maka tidak salah sumberdaya alam berlimpah minyak dan gas bumi.

“Kalau raja ampat itu indah, maka tidak salah mahkota burung kasuari ada di situ. Maka ini semakin meyakinkan bahwa pulau yang kita diami bersama ini mengandung filosofi burung kasuari,” ungkap Paskalis.

Kasuari yang menjadi maskot melambangkan kita akan memilih anak papua yang cerdas untuk memimpin kita semua mulai dari 7 Kabupaten di Provinsi di Papua Barat. Seperti berlakunya Undang-Undang Otsus. Artinya, hanya orang asli papua dan berpendidikan strata 1 yang wajib maju calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Ketetapan ini penting karena pemimpin yang dipilih harus ada intelegensi untuk mengantarkan orang papua kepada kemaslahatan hidup orang banyak.

Dengan tanggung jawab pemilihan Pilkada pada tanggal 27 November 2024, KPU aku Paskalis terus berusaha dan bekerja dengan sejujur-jujurnya dan setulus-tulusnya agar lahir seorang kasuari tangguh yang dapat memimpin daerah ini.

Ketua KPU mencontohkan pengalaman hidup mengikuti sang ayah dari Distrik Berau di Kabupaten Teluk Bintuni menjajal wilayah hutan hingga Distrik Karas di Kabupaten Fak-Fak. Dirinya menyaksikan bahwa burung kasuari yang terlihat ukurannya 2 kali dari dirinya saat berdiri. Ia berpesan, kebiasan kasuari membunyikan bandar kayu saat berada ditengah hutan, maka dilarang manusia untuk mendekat. Artinya, secara alam burung kasuari sedang menguji jari tengahnya, karena senjata andalan kasuari adalah jari bagian tengah dan paruh yang tajam serta mata yang cekatan.

Paskalis menegaskan, tidak ada kasuari yang jalan mundur setelah bangun. Itu artinya kita ada dan bagian dari NKRI. Kalau sudah bergabung dengan NKRI artinya kenapa harus cari yang lain.

“Mari bersama NKRI kita raih kebahagiaan dan sukseskan pilkada, sehingga orang Papua semakin lama semakin sejahtera. Semoga pilkada tanggal 27 November melahirkan pemimpin bupati dan wakil bupati di 7 kabupaten serta gubernur dan wakil gubernur yang memaknai tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain. Mari membangun dengan hati dan mempersatukan dengan kasih. Karena sebentar lagi dan tidak lama lagi, kita akan memilih pemimpin yang akan duduk di lantai 5 kantor gubernur papua bara,” sebut paskalis.

Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!