
Manokwari, Topbnews.com — Kegiatan Sharing Music Movement Session bertema Menuju Industri Musik Papua Barat digelar di Manokwari, Kamis (22/01/2026). Kegiatan membahas kesiapan sistem musisi lokal dalam menghadapi industri musik.
Acara menghadirkan penggiat event sekaligus musisi asal Makassar, Indhar, sebagai narasumber. Dalam sesi diskusi, Indhar menekankan pembahasan fokus pada kesiapan sistem pendukung musisi, bukan pada kemampuan teknis bermusik.
“Hari ini kita tidak bicara soal skill, tetapi bicara soal sistem bagaimana musisi siap sebagai performer, pengkarya, dan masuk ke industri musik,” ujar Indhar.
Ia menjelaskan, sistem yang dimaksud meliputi kepemilikan profil, manajemen, hingga kelengkapan administrasi yang dibutuhkan dalam kerja sama dengan penyelenggara kegiatan.
Kegiatan merupakan lanjutan dari program November Rock yang sebelumnya telah dilaksanakan. Melalui sesi ini, panitia mulai mempersiapkan musisi Papua Barat agar dapat tampil di luar daerah dengan kesiapan sistem yang lebih matang.
“Kedepan, band-band akan lebih banyak tampil ke luar kota dengan sistem yang sudah disiapkan,” katanya.
Indhar yang tergabung dalam gerakan Chain of East menyebut kegiatan bertujuan melihat potensi serta kesiapan musisi Papua Barat merespons perkembangan industri musik di kawasan Indonesia Timur.

“Papua Barat memiliki talenta musik dengan karakter tersendiri dan perlu dipersiapkan agar dapat dikenal lebih luas,” tambahnya.
Sementara promotor Gospel City Movement, Helvian atau Pian, mengatakan Sharing Music Movement Session akan digelar secara berkelanjutan di Manokwari dengan lokasi yang berbeda.
Kegiatan diharapkan menjadi wadah diskusi bagi musisi dan pelaku seni dalam memahami sistem industri musik serta membuka peluang kolaborasi lintas daerah. (TIM)