
Babo, TopbNews.com – British Petroleum (BP) Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, sampai dengan tahun 2022, telah menginvestasikan sekitar US$ 40 juta (atau setara dengan sekitar Rp. 600 milyar) untuk program-program sosial dalam berbagai bidang termasuk pendidikan, kesehatan, kewirausahaan dan berbagai program pemberdayaan masyarakat lokal.
BP Tangguh menegaskan komitmen keberlanjutannya terhadap masyarakat lokal melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat Papua, seperti model inkubasi bisnis SUBITU, pemberdayaan koperasi lokal, pengembangan perusahaan lokal menjadi bagian dari rantai suplai
Tangguh, dan pelatihan-pelatihan termasuk Program Pemagangan Teknisi Tangguh.
Beberapa keberhasilan program tersebut yakni, Beasiswa kepada lebih dari 1.350 pelajar Papua di tingkat SMA dan Universitas; Menjalankan pendidikan 3 tahun bagi putra-putri Papua melalui Program Pemagangan Teknisi Tangguh. Dimana saat ini, lebih dari 100 lulusan program ini telah bekerja sebagai operator di Tangguh.
Melalui rilisnya, BP juga menyebut 72% dari pekerja Tangguh LNG berasal dari tanah Papua. Hal ini sejalan dengan komitmen AMDAL BP bahwa proporsi pekerja asal Papua akan mencapai 85% dari total pekerja di Tangguh pada tahun 2029.
Keberhasilan program lainnya adalah Inkubasi bisnis SUBITU. Bisnis binaan BP, melalui berbagai pelatihan, yang dijalankan oleh anak-anak Papua yang awalnya bergerak dibidang tekstil dan pemeliharaan AC di Bintuni sekarang telah berkembang ke bisnis lain seperti ritel, penatu, konsultasi bisnis, dan transportasi serta mempunyai cabang di Manokwari dan Sorong; serta Sebanyak 44 perusahaan asal Papua merupakan bagian dari rantai pasok Tangguh LNG, dengan nilai kontrak kumulatif sejak 2006 mencapai US$ 299 juta. (*)
Penulis : Redaksi