
Manokwari, TopbNews.com – Memperingati Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-76, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Manokwari menyelenggarakan layanan “Eazy Passport” bertempat di Manokwari City Mall (MCM). Layanan ini hadir untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus paspor di luar jam kerja tanpa harus mendatangi kantor imigrasi.
Pantauan di lokasi, layanan yang berlangsung selama dua hari ini menargetkan kuota 25 pemohon per hari. Meski demikian, pihak imigrasi tetap membuka ruang bagi masyarakat yang datang melebihi kuota selama waktu pelayanan masih tersedia.
Sriwahyuni dari bagian Tata Usaha Kantor Imigrasi Manokwari menjelaskan, mekanisme pendaftaran pada layanan ini dilakukan secara langsung di tempat (on the spot). Masyarakat tidak perlu mendaftar melalui aplikasi M-Paspor, melainkan cukup membawa dokumen persyaratan asli dan fotokopi dengan sistem antrean siapa cepat dia dapat.

“Eazy Passport ini mempermudah masyarakat untuk membuat paspor di luar dari jam kerja, jadi masyarakat tidak perlu ke kantor lagi. Kita yang langsung terjun ke masyarakat”, ujar Sriwahyuni saat memberikan keterangan di MCM, Sabtu (17/1/2026).
Ia menambahkan, proses pengurusan untuk satu pemohon, mulai dari penyerahan berkas hingga pengambilan foto dan wawancara, hanya memakan waktu di bawah 15 menit. Kecepatan layanan ini bergantung pada kelengkapan berkas pemohon dan stabilitas jaringan di lokasi.
Layanan di pusat perbelanjaan ini dikhususkan bagi pemohon paspor baru dan penggantian paspor karena habis masa berlaku. Untuk kategori paspor hilang atau rusak, pemohon tetap diarahkan ke kantor imigrasi karena memerlukan proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh seksi terkait.
Bagi pemohon dengan tujuan umrah atau wisata religi, Sriwahyuni menegaskan kewajiban melampirkan surat keterangan dari biro perjalanan (travel). Saat mendaftar, pemohon juga diharapkan didampingi pihak travel untuk proses verifikasi dokumen.
Terkait sistem pembayaran, ditegaskan bahwa seluruh transaksi dilakukan secara non-tunai melalui transfer bank atau kanal resmi lainnya. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjamin akuntabilitas pelayanan publik di lingkungan imigrasi.

“Pembayaran paspor itu tidak boleh tunai. Kita tidak melayani tunai sama sekali, sekarang sistemnya transfer. Itu untuk mencegah pungli dan gratifikasi”, tegas Sriwahyuni.
Layanan Eazy Passport ini merupakan salah satu dari rangkaian inovasi pelayanan keimigrasian di Manokwari, selain program “Jajan Papeda” yang menjangkau wilayah di luar kabupaten untuk memastikan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat. (*/TOP-04)