
Manokwari, TopbNews.com – Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Papua Barat, Roma Megawanty rela melepaskan jabatannya sebagai salah satu Deputi di Bank Indonesia (BI) di Jakarta. Ia memilih untuk melayani masyarakat dengan maju sebagai caleg DPR RI nomor urut satu Dapil Papua Barat dari Partai Golkar, padahal masa kerjanya masih lebih dari empat tahun.
“Kenapa ikut Kontestasi Pemilu Ibu? Bukannya kerja di Bank Indonesia gajinya besar? Ini adalah pertanyaan yang kerap ditanyakan kepada saya.. Bahkan ada yang bilang, orang yang keluar dari Bank Indonesia itu orang gila.. “, cerita Roma Megawanty dalam sejumlah kampanyenya di Manokwari dan Bintuni, baru-baru ini.
“Kenapa, saya rela berkorban mengajukan pensiun dini setelah 28 tahun saya bekerja di Bank Indonesia? Saya mengajukan pensiun dipercepat bapak ibu. Kenapa? karena saya terpanggil untuk melayani masyarakat”, ujar Roma Megawanty.
Istri Komjen Pol. (Purn) Paulus Waterpauw, mantan Penjabat Gubernur Papua Barat ini berkisah, selama menjadi Ketua PKK Provinsi Papua Barat, ia terjun ke masyarakat hingga di lapisan bawah dan mendapati ada begitu banyak persoalan-persoalan sosial di masyarakat terutama terkait perempuan.
“Contohnya kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT, kekurangan gizi, stunting, buta aksara, putus sekolah dan pernikahan dini. Mungkin ada beberapa silang pendapat terkait pernikahan dini tadi, tetapi kita punya Undang Undang pernikahan yang sah di Republik Indonesia. Di sana dinyatakan bahwa minimal usia menikah 19 tahun baik laki-laki maupun perempuan. Tapi kita masih mendapati banyak yang dibawah umur, bahkan ada yang menikah di usia 14 tahun,” imbuh Roma Megawanty.

Lebih lanjut ia mengatakan, memiliki kerinduan agar kaum perempuan di Papua Barat menjadi perempuan yang kuat, cerdas dan tangguh.
“Kalau perempuan itu kuat, kalau perempuan itu tangguh itu pasti aman ketahanan keluarga pasti aman. Bapak mau ke sana kemari kalau Ibu masih duduk diam di rumah berdoa, itu rumah tangga tetap akan utuh. Tetapi kalau ibu yang bajalan ke sana kemari hancur sudah”, katanya disambut tawa dan tepuk tangan hadirin yang hadir saat kampanyenya di Kampung Tofoi, Distrik Sumur, Bintuni.
“Sudah tidak urus anak, tidak masak, tidak setrika baju, hancur sudah. Tapi kalau bapak masih bandel-bandel kesana kemari, ibu tetap duduk taat berdoa kepada Tuhan, semua pasti aman. Tunggu waktunya Tuhan pasti aman. Ini yang ngomong perempuan yang mau memperjuangkan itu, makanya perempuan harus kuat, cerdas dan tangguh”, ujarnya menyemangati.
“Jadi bapak ibu, itulah yang menjadi tujuan saya kenapa ingin maju calon legislatif. Selain disamping undangan dari partai. Tapi lebih kepada keinginan untuk melayani masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Tesan