
Manokwari,TopbNews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua Barat merayakan Hari Ulang Tahun ke-17 Bawaslu RI, secara sederhana namun penuh makna di Kantor Bawaslu Papua Barat, Selasa (9/4/).
Seremonial yang berlangsung penuh keakraban dan diwarnai pemotongan tumpeng ini, juga dihadiri sejumlah rekan-rekan media.
Acara tersebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan Bawaslu sebagai Lembaga Pengawas Pemilu dan Pilkada di Indonesia.
Ketua Bawaslu Papua Barat, Elias Idie, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran Bawaslu tidak semata-mata lahir dari kehendak pembuat undang-undang, melainkan merupakan bagian dari harapan dan keinginan publik yang menghendaki adanya lembaga pengawas independen dalam setiap proses penyelenggaraan demokrasi.

“Kita wajib merayakan kehadiran Bawaslu, yang kini menginjak usia 17 tahun. Walaupun keberadaannya bukan hal baru, namun syarat kelembagaan yang permanen menjadi tonggak penting dalam perjalanan demokrasi kita”, ujar Idie.
Ia menyampaikan bahwa kelahiran Bawaslu yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 merupakan hasil refleksi dan evaluasi atas berbagai tahapan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada yang secara prosedural berjalan, namun secara substantif masih menyisakan banyak catatan.
“Bawaslu hadir bukan karena lobi-lobi politik, tetapi karena adanya keinginan kuat dari masyarakat agar pengawasan Pemilu dilakukan dengan lebih independen dan profesional”, tegasnya.
Dirayakan secara internal, dihadiri Sekretaris, anggota Bawaslu dan Staf, Elias Idie menekankan bahwa tantangan ke depan bagi Bawaslu adalah bagaimana menjaga eksistensi kelembagaan ini agar tidak hanya sekadar simbol permanen di galeri sejarah demokrasi, tetapi benar-benar menjadi lembaga yang efektif dalam mencegah pelanggaran dan mengawasi seluruh proses Pemilu.
Ia juga menyampaikan adanya wacana revisi terhadap undang-undang Pemilu, Pilkada, dan Partai Politik yang memungkinkan perubahan bentuk kelembagaan Bawaslu menjadi lebih spesifik, bahkan potensial menjadi semacam komisi tersendiri dengan spesialisasi tertentu.

“Harapan kita semua, Bawaslu terus dibutuhkan oleh publik. Kita tidak hanya menjaga pola kerja sendiri, tetapi juga harus memastikan bahwa publik merasakan manfaat dari keberadaan lembaga ini”, tambahnya.
Di akhir sambutannya, Elias Idie mengucapkan selamat ulang tahun ke-17 untuk Bawaslu. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media dan akademisi, untuk terus mendukung kerja-kerja pengawasan Pemilu demi demokrasi Indonesia yang lebih baik.
“Selamat ulang tahun ke-17 Bawaslu. Semoga terus menjadi benteng demokrasi yang dipercaya rakyat”, tutupnya. (*)
Penulis : Rian Lahindah & Tesan