
Manokwari, TopbNews.com – Festival Bahasa Hatam, Pameran dan Pentas Seni jenjang SMP se-Kabupaten Manokwari Tahun 2025 berlangsung meriah dan penuh warna. Acara mempertemukan ratusan siswa dari berbagai sekolah ini menjadi wadah untuk merayakan identitas budaya, kreativitas, dan semangat kebersamaan generasi muda Manmereka, (Sabtu 15/11/2025).
Sejak pagi, area pelaksanaan festival sudah dipadati peserta dengan busana adat Hatam, membawa karya seni, media pembelajaran kreatif, hingga properti pentas. Suasana festival terasa hidup dengan dentuman musik daerah, aroma khas kerajinan tradisional, serta antusiasme para siswa yang siap menampilkan bakat terbaik mereka.
Dalam laporan Ketua Panitia, Tiarma Boru Tambunan menegaskan festival adalah momentum penting dalam upaya menjaga identitas lokal Manokwari.
“Bahasa Hatam adalah kekayaan yang tidak ternilai. Jika kita tidak menjaganya mulai dari sekarang, maka generasi mendatang akan kehilangan salah satu warisan terpenting dari leluhur kita,” ucap Tiarma dalam laporan.

Ia memaparkan kegiatan memiliki empat tujuan utama, yaitu melestarikan bahasa dan budaya Hatam, mengembangkan kreativitas peserta didik, menyediakan ruang bagi siswa untuk menunjukkan karya dan inovasi, serta memperkuat kolaborasi antar sekolah di Kabupaten Manokwari.
Tiarma juga menjelaskan festival menghadirkan beragam kegiatan edukatif, mulai dari baca puisi Bahasa Hatam, pameran karya seni rupa, pameran produk inovatif sekolah, hingga pentas seni yang menampilkan tari tradisional, drama, paduan suara, musik daerah, serta karya seni modern.
Sebanyak 470 peserta dari seluruh SMP se-Manokwari ikut berpartisipasi, menghadirkan suasana kompetitif namun tetap menjunjung tinggi kebersamaan. Deretan lukisan, kerajinan tangan, patung kayu, hingga media pembelajaran kreatif menghiasi area pameran dan memberikan gambaran betapa kaya potensi seni generasi muda Manokwari.
“Anak-anak kita hari ini adalah generasi pewaris budaya. Melalui festival ini, mereka belajar bahwa kreativitas dan budaya dapat berjalan berdampingan,” tambah Tiarma.
Ia berharap kegiatan ini terus berkembang menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat pendidikan di Manokwari.
Mewakili Bupati Manokwari, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Parjiyanti turut memberikan sambutan yang menggugah. Ia menegaskan bahwa pelestarian Bahasa Hatam merupakan bagian dari strategi besar menjaga keberlanjutan budaya daerah di tengah arus modernisasi.
“Bahasa adalah jati diri. Ketika kita menjaga Bahasa Hatam, kita sebenarnya sedang menjaga eksistensi budaya itu sendiri,” ujar Parjiyanti di hadapan para peserta dan undangan.
Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara sekolah, panitia, dan orang tua. Menurutnya, pameran dan pentas seni tidak hanya memperlihatkan kreativitas, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai penting seperti gotong royong, kemandirian, dan keberagaman.
“Anak-anak yang tampil hari ini bukan sekadar menunjukkan bakat seni. Mereka sedang membangun karakter: percaya diri, menghargai budaya, dan siap menghadapi tantangan global dengan identitas yang kuat,” tambahnya.
Penulis : Marthina Marisan