Ratusan Santri di kota Jayapura Peringati Hari Santri Nasional 2023

Ratusan santri di kota Jayapura ikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2023, yang dipusatkan di lapangan Pondok Pesantren Hidayatullah Holtekam, Distrik Muara Tami, Senin (23/10).

Jayapura, TopbNews.com – Ratusan santri di kota Jayapura ikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2023, yang dipusatkan di lapangan Pondok Pesantren Hidayatullah Holtekam, Distrik Muara Tami, Senin (23/10).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Abdul Hafid Jusuf mengatakan, Hari Santri Nasional tahun 2023 diikuti oleh 900 santri dari 32 Madrasah semua tingkatan dan 7 pondok pesantren, tingkat kota Jayapura.

“Untuk tema dalam pelaksanaan Hari Santri Nasional tahun 2003 ini adalah “Jihad Santri Jayakan Negeri”, kita berharap bahwa dalam pengembangan diri santri mereka tidak hanya pada scope yang sifatnya lokal tapi juga regional, nasional bahkan internasional dan kita berharap kedepannya para santri ini akan melahirkan pemimpin yang tentunya searah dengan apa yang menjadi misi kota Jayapura,” ujarnya.

Dengan dilaksanakannya apel Akbar santri dan kirab santri tingkat kota Jayapura itu memberikan sebuah gambaran yang komprehensif tentang makna Pancasila kemudian makna negara kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45 yang diimplementasikan dalam kehidupan umat dan kehidupan masyarakat di kota Jayapura.

Pj Wali Kota Jayapura, Frans Pekey saat membacakan amanat Presiden RI pada Hari Santri Nasional 2023 (Foto : NatYo/TopbNews.com)

“Bahwa ini menjadi satu poin untuk mari kita senantiasa menjaga dan menguatkan harmonisasi umat, menjaga dan menguatkan kerukunan umat beragama menjaga dan menguatkan moderasi beragama di kota Jayapura karena persatuan dan kesatuan yang kita jaga itu akan memberikan sebuah nilai harapan yang cerah bagi kehidupan masyarakat di kota Jayapura,” tandasnya.

Usai Apel Akbar itu, Pj Wali Kota Jayapura Frans Pekey mengatakan sesuai amanat Presiden pada hari santri, bahwa pondok pesantren menjadi pusat ilmu pengetahuan.

“Seperti amanat Presiden bahwa pondok pesantren menjadi pusat ilmu pengetahuan, Pusat juga untuk pembentukan pendidikan keagamaan dan juga untuk teknologi tetapi juga membangun hubungan sosial kemasyarakatan bagi seluruh para santri dan juga untuk kepentingan pembangunan bangsa dan negara, karena para santri memiliki sejarah yang panjang yang telah berkontribusi dalam kemerdekaan bangsa dan negara, kemudian juga mempertahankan dan mengisi pembangunan”, ujar Frans pekey.

Dirinya berpesan kepada para santri untuk senantiasa menjaga hubungan harmonis diantara sesama warga masyarakat yang berbeda-beda.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Abdul Hafid Jusuf (Foto : NatYo/TopbNews.com)

“Agamanya, sukunya, bahasanya, budayanya tetapi semua dipersatukan dan tinggal bersama-sama di kota Jayapura tanah port numbai sebagai rumah bersama, sebagai honai bersama. Dan senantiasa mengedepankan persatuan dan kesatuan, menjaga tali silaturahim dan juga harmonisasi hubungan antara satu dan yang lain dan juga tentu mendukung membangun bersama-sama juga kota Jayapura meningkatkan sejahtera masyarakat dalam berbagai aspek dan berbagai bidang,” ungkapnya.

“Saya juga ingin menyampaikan kepada para santri, jadilah generasi santri yang agamais dan patuh kepada ajaran agama dan kaidah Islamiah, kemudian juga menjadi generasi muda yang humanis selalu menjaga hubungan persatuan dan kesatuan tali silaturahim antara satu dengan yang lain dan juga menjadi nasionalis dan tetap mempertahankan dan dijalankan empat pilar bangsa di kota Jayapura,” tutupnya. (*)

Penulis : NatYo

Menuju PEMILU 2024

00Hari
00Jam
00Menit
00Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!