
Manokwari, TopbNews – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, akan mendistribusikan 195.450 kelambu baru anti nyamuk pada Maret 2023. Daerah yang akan menerima bantuan itu, terutama di wilayah Endemis Tinggi malaria.
“Wilayah endemis tinggi, yaitu Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan dan Teluk Wondama. Seluruh masyarakat di kampung akan diberikan kelambu per kelompok tidur sejumlah 160.250 kelambu,” kata Kabid P2P Dinkes Papua Barat dr. Nurmawati dalam Media Gathering Publikasi Kegiatan Distribusi Kelambu Baru Anti Nyamuk di Provinsi Papua Barat Tahun 2023, Jumat (3/3).
“Sedangkan Kabupaten Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, dan Pegunungan Arfak, kelambu hanya diberikan kepada masyarakat yang bertempat tinggal di kampung endemis tinggi sesuai dengan hasil perencanaan puskesmas yang telah dilaksanakan pada tanggal 13 – 23 Februari 2023 sejumlah 35.200 kelambu, sehingga total kelambu yang akan didistribusikan di wilayah Papua Barat sebanyak 195.450 kelambu,” tambahnya.
Menurutnya, pemberian kelambu massal ini diperkirakan akan dapat melindungi 328.513 jiwa di wilayah Papua Barat. “Berdasarkan pengalaman di Indonesia dan hasil penelitian di Afrika, apabila cakupan pembagian kelambu anti nyamuk massal tercapai minimal 95% dan 85% penduduk menggunakan kelambu dimalam hari dapat menurunkan 50% kasus malaria ditahun berikutnya,” terangnya.
Sementara itu, KTU Puskesmas Sanggeng, Lumiana Hutapea mengatakan, untuk Puskesmas Sanggeng yang merupakan puskesmas terbesar, pendistribusian kelambu direncanakan akan dilaksanakan pekan depan.
“Puskesmas Sanggeng 25 ribu kelambu yang akan di distribusikan di 135 titik pada 4 kelurahan. Tadi kami sudah lakukan sosialisasi. Dan saat ini kami telah masuk dalam tahap sensus,”ujarnya.
Kelambu anti nyamuk didistribusikan ke masyarakat setelah dilakukan pendataan kebutuhan kelambu berdasarkan kelompok tidur per kepala keluarga oleh kader dan petugas Kesehatan. (*)
Penulis : Tesan