
Sorong, TopbNews.com –
Sebagai bagian dari pelaksanaan Otonomi Khusus di Tanah Papua, Franki Umpain Putra Adat Betkaf, Raja Ampat, telah resmi dilantik sebagai Anggota DPR Papua Barat Daya melalui mekanisme pengangkatan untuk masa jabatan tahun 2024–2029.
Pelantikan di Gedung ACC (Aimas Convention Center) Kabupaten Sorong, Senin (28/7/2025) dipimpin Ketua Pengadilan Tinggi Papua Barat, serta disaksikan Gubernur Papua Barat Daya, tokoh adat, dan perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah adat.
Wujud Penghormatan terhadap Masyarakat Adat, maka pelantikan ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang perubahan atas UU Otonomi Khusus Papua, yang menjamin keterwakilan Orang Asli Papua (OAP) dalam lembaga legislatif melalui mekanisme pengangkatan.
Kehadiran Mananwir Franki Umpain sebagai wakil masyarakat adat Raja Ampat, menegaskan pentingnya suara masyarakat adat dalam pengambilan keputusan pembangunan daerah.
“Saya datang bukan membawa kepentingan pribadi dan Kelompok, tetapi amanah dan harapan masyarakat adat kami di Raja Ampat. Saya bersyukur atas kepercayaan ini dan berkomitmen untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Raja Ampat secara khusus, serta mendorong terciptanya asas keadilan, kesejahteraan bersama, serta pelestarian nilai-nilai adat serta ekologi di Papua Barat Daya,” ujar Franki dalam pernyataannya usai pelantikan.
Ucapan Syukur dan Terima Kasih sebagai bentuk penghargaan atas dukungan yang diberikan, Franki Umpain menyampaikan secara khusus.
“Saya menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, serta terima kasih yang tulus pada keluarga Besar Kofiau, Wejim, Kepulauan Sembilan dan Missol Utara. Kepada Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Betkaf dan seluruh
Jajaran Pengurus, Ketua Garda Muda Betkaf Beserta Jajarannya, para tetua adat, tokoh masyarakat,tokoh perempuan, dan seluruh masyarakat adat Betkaf di Raja Ampat,” ucap Franki.
“Ungkapan Terima Kasih juga saya sampaikan kepada Ketua DAS USBA Bpk. Charles Imbir, Ketua Lembaga Adat Wardo (LAW) Bapak Noak Manggaprow dan secara khusus hormat saya pada Bapak terkasih Derek Wanma, Ketua Ikatan Biak AIMANDO Raja Ampat Bapak Ferdinan Rumsowek, ketua Ikatan YAWA Kabupaten Raja Ampat Bapak Steven Numberi, ketua Ikatan Jayapura Kabupaten Raja Ampat Bapak Hanok Hamadi, Bapak Esau Parajal dari Salawati Barat suku Fiawat, Kepala Suku UMKAI Bapak Abdul Rajab Mayor, Ketua LMA Klanafaat Bapak Herri Arfan, Sekretaris DAS Maya Klanafat Bapak Moch. Fatra Solitief, Bapak.kepala suku Biak bapak Hengki Korwa, Bung Fahmi Macap Pemuda Misool, Bung Angky Dimara, sdr. Alan Ambrau, bung Arek Mambrasar.
Terima kasih atas doa, restu, dan dukungan moril maupun spiritual yang telah mengiringi saya dari awal hingga pelantikan ini. Amanah ini adalah milik kita bersama.” Ungkap Franki dengan bangga.
Franki juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat adat Papua di Raja Ampat, yang telah menjaga kearifan dan jati diri adat kita selama ini.
“Mari kita jaga terus kebersamaan ini demi masa depan yang lebih bermartabat.” Pesan Franki.
Fokus Perjuangan kita bersama : Konservasi, Pariwisata Adat, dan Pendidikan. Tidak ada visi, misi anggota DPRP atau kepala Dinas tetapi yang ada visi, misi Gubenur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati. “Saatnya bersinergi untuk mewujudkan Cita bangsa demi kepentingan orang Asli Papua yaitu keadilan bersama menuju sejahtera,” harap Franki.
Franki menambahkan, lewat pelantikan ini, maka suara masyarakat adat dari pesisir pulau-pulau Raja Ampat kini secara resmi hadir dalam lembaga DPR Papua Barat Daya. Harapannya, keadilan pembangunan akan menyentuh hingga ke gugusan pulau-pulau kecil yang selama ini belum tersentuh seutuhnya dari pusat kebijakan.
“Kami siap bersinergi dengan semua elemen, baik dari unsur pemilu maupun pengangkatan, agar pembangunan di Papua Barat Daya berlandaskan pada keadilan, kulturalitas, dan keberlanjutan,” tutup franki. (redaksi)