
Jayapura, TopbNews.com – Ketua KPU Provinsi Papua, Steve Dumbon menyebutkan Provinsi Papua 99,9 persen siap laksanakan pemilu serentak tahun 2024.
Hal ini dikatakan Steve usai Rakor kesiapan pelaksanaan tahapan pemilu serentak tahun 2024, Rabu (7/2).
“Titik berat Rakor KPU Provinsi Papua kali ini terkait kerjasama dan koordinasi dari seluruh pihak karena KPU tidak dapat bekerja sendiri, sehingga butuh koordinasi dariTNI/ POLRI, Bawaslu serta Pemprov dan Kab/Kota, tujuan Rakor ini untuk menyatukan presepsi dan saling mendukung untuk kesuksesan pemilu itu sendiri”, katanya.
“Pada Rakor ini kami lebih banyak manyampaikan progress sampai dengan H-7 pemilu, persiapan KPU telah mencapai 99,9 persen untuk persiapan pemilu terutama logistik dan tenaga pelaksana dibawah mulai dari pelantikan hingga bimtek bagi KPPS sehingga pada 14 Febuari nanti mereka telah dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,’ ujar steve kepada awak media.
Dikatakannya, secara keseluruhan logistik telah siap semua, sudah ada di gudang-gudang logistik.
“Dan hari ini telah tiba logistik sisa dari yang kurang-kurang, yang rusak pada saat sorlip sehingga tinggal pengepakan dan mulai tanggal 9-10 akan dilakukan pendistribusian ke seluruh TPS yang ada melalui PPD , PPS dan di H-1 sudah ada di TPS masing masing,” ujarnya.
Ketika disinggung terkait jaringan internet, steve menambahkan dari 3.109 TPS yang ada di Provinsi Papua, ada sekitar 240 TPS yang tidak memilik jaringan internet, sehingga dibutuhkan kerjasama dan dukungan dari semua pihak untuk mempermudah jaringan internet.

“Dengan kondisi jaringan seperti itu, KPU telah mengambil langkah antisipasipatif untuk mengatisipasi dengan menggunakan android untuk mendokumnetasikan hasil Sirekap dan tim harus ketempat yang ada jaringan internet untuk mengunggah hasil rekapitulasi” jelasnya.
Lanjutnya, TPS yang tidak memiliki jaringan kebanyakan terdapat di daerah Mamberamo raya sebanyak 71 TPS, Kabupaten Jayapura sebanyak 30 TPS, Kabupaten Waropen dan beberapa kabupaten lainnya yang masih terkendala di beberapa titik. Sementara yang telah terjangkau jaringan internet yakni Kota Jayapura dan Kabupaten Biak Numfor.
Kerawanan lainnya kata Steve yang menjadi kekhawatiran KPU sendiri yakni kondisi cuaca.
“Karena berdasarkan informasi BMKG saat ini sudah masuk musim penghujan, yang berikut pelaksanaan di TPS jangan sampai pada saat pelaksanaan tanggal 14 terjadi hujan sehingga menyebabkan masyarakat malah memilih malas datang ke TPS, dan untuk masalah keamanan pihak TNI/ POLRI telah memiliki peta kerawanan keamanan di papua tidak ada,” tandasnya.
Pemilu Kali ini, Hanya Tunanetra yang Difasilitasi KPU
Disinggung logistik bagi disabilitas dalam pelaksanaan pemilu, steve berujar KPU kali ini hanya memfasilitasi mereka yang tunanetra saja.
“Hanya di surat suara Presiden dan DPD RI saja yang menggunakan huruf braille, yang lain seperti DPR kebawah itu belum,” jelasnya.
Kata Steve, untuk pemilu kali ini KPU hanya bisa mamfasilitasi bagi penyandang disabilitasi yang tunanetra dan jumlahnya disetiap TPS tidak sampai 1 persen.
Namun demikian dalam Undang Undang telah disebutkan harus ada TPS yang ramah terhadap disabilitas, sehingga dihimbau kepada seluruh KPPS untuk membuat TPS yang ramah disabilitas.
”Jangan ada yang ada tangga-tangganya, terutama dalam DPT yang ada disabilitas harus dibikin yang bisa dijangkau, jangan sampai ada parit, supaya teman-teman disabilitas bisa terakomodir disitu sesuai dengan DPT,” pungkasnya. (*)
Penulis : NatYo