
Manokwari, TopbNews.com — Semangat menyambut Natal 2025 mulai terasa di berbagai wilayah Kabupaten Manokwari. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keikutsertaan pemuda Kompleks Wirsi, RW 06 RT 103, dalam Lomba Pondok Hias Kabupaten Manokwari dengan menampilkan pondok hias bernomor 027 yang mengusung konsep rumah adat Biak, Papua.
Konsep ini dipilih sebagai bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus mengangkat identitas kearifan masyarakat Papua.
Pembangunan pondok hias dikerjakan secara swadaya sejak akhir November. Seluruh biaya berasal dari dana pribadi dan hasil pencarian dana yang dilakukan para pemuda Kompleks Wirsi.
Antusias warga tampak dari keterlibatan mereka dalam proses pembangunan, mulai dari pengumpulan bahan hingga penyusunan struktur pondok. Material pembuatan diambil dari dalam hutan dengan memanfaatkan pepohonan yang sudah layak ditebang, sehingga tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Lomba pondok hias tahun ini memiliki dua kategori penilaian yang berjalan secara bersamaan. Kategori pertama berada di bawah penilaian Pemerintah Kabupaten Manokwari atau Bupati, sementara kategori kedua merupakan lomba yang digelar oleh anggota dewan, Frieds Bernard Indow.

Pada kategori dewan, total hadiah untuk juara pertama mencapai Rp25 juta, sedangkan kategori kabupaten menyediakan hadiah Rp15 juta bagi juara pertama. Selain itu, masing-masing kategori akan memilih juara 1, 2, 3 serta harapan 1, 2, dan 3.
Untuk kategori dewan, pertemuan teknis telah dimulai sejak Jumat, 5 Desember.
Panitia kabupaten baru akan melangsungkan pertemuan teknis bersama seluruh peserta pada 9 Desember sebelum dilakukan penilaian resmi pada 10–11 Desember. Lomba ini diikuti oleh peserta dari seluruh wilayah Manokwari, termasuk Manokwari Barat, Manokwari Selatan, Manokwari Timur, Manokwari Utara, hingga wilayah SP (Satuan Pemukiman).
Penilaian akan diawali dari kawasan SP sebelum berlanjut ke distrik lainnya.
Narasumber lapangan, Gasper Wambrau dan Agustinus Wahe, menilai kegiatan lomba pondok hias ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Selain menjadi wadah kreativitas dan inovasi, kegiatan seperti ini dinilai mampu menjauhkan pemuda dari aktivitas negatif karena waktu dan tenaga mereka tersalurkan dalam kegiatan yang membangun.

“Kami berharap lomba seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depannya, pemerintah dan pihak terkait bisa terus menyelenggarakan kegiatan serupa untuk memotivasi anak-anak muda dan memperkuat kebersamaan di lingkungan masyarakat,” ujar Gasper Wambrau.
Dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat, Lomba Pondok Hias Natal 2025 di Manokwari diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana merawat tradisi, membangun kreativitas, dan mempererat hubungan sosial antarwarga. (TOP-04)