Polisi Rilis Pelaku Pemicu Bentrokan di Manokwari, Keempatnya Anak Muda

Kapolresta Manokwari, Kombes Pol. RB Simangunsong (berkaos hitam) bersama jajaran saat memberi keterangan pers terkait penahanan pelaku pemicu bentrokan antar-warga di Manokwari. Selain menahan empat pemicu bentrokan, polisi juga telah menangkap dua penyerang polisi saat bentrokan. (Foto: Hengky Kadiwaru/ TopbNews)

Manokwari, TopbNews.com – Polisi telah menahan empat tersangka yang memicu terjadinya bentrok dua kelompok warga di Manokwari, Minggu (9/7). Keempat tersangka diantar langsung keluarga ke Mapolresta Manokwari. Keempat pelaku yakni, ML (22), DY (18), WB (19) dan RGA (19).

Selain telah menahan pelaku tindak kekerasan, polisi juga sudah menahan dua warga yang diduga menyerang dan menyebabkan dua polisi terluka. Keduanya yakni PS dan PD.

Kapolresta Manokwari, Kombes RB Simangunsong mengatakan meski sudah menangkap keempat pelaku, polisi masih mencari tahu kemungkinan adanya pelaku lainnya.

3“Jam 1, keluarga datang menyerahkan mereka. Kita masih kembangkan kemungkinan pelaku lainnya yang terkait mereka,” tegas Simangunsong.

Sementara pelaku penyerangan aparat, menurut Simangunsong ditangkap polisi di lokasi berbeda. Dia mengaku sedikit kecewa karena pelaku tidak mengindahkan himbauan polisi untuk segera menyerahkan diri. Bahkan keduanya sempat melawan petugas.

“Sudah diingatkan, yang lakukan penganiayaan silahkan menyerahkan diri. Kalau menyerahkan diri, saya jamin bersih. Tapi mereka terkesan menutupi,” kata dia.

Sebelumnya, pada Sabtu (8/7) terjadi bentrokan dua kelompok warga di Manokwari. Bentrokan yang terjadi sejak pukul 05.30 WIT dipicu penjabretan yang dilakukan keempat korban kepada Hermanus Saiba dan anaknya yang berumur 18 tahun. Sebelum pecah kerusuhan, Hermanus dan anaknya berniat membeli daging babi di sekitar Jalan Pahlawan. Tak berapa lama, datang empat pelaku yang dipengaruhi minuman keras, meminta daging kepada para penjual.

“Tapi tidak dikasih dagingnya. Karena kesal, mereka kemudian membunyikan suara motor. Tindakan itu kemudian ditegur oleh Pak Hermanus. Tapi mereka tidak terima dan terjadilah penganiayaan,” jelas Kapolresta.

Mendengar adanya penganiayaan yang menimpa Hermanus dan anaknya, keluarga korban kemudian menyerang kelompok warga lainnya menggunakan berbagai senjata tajam.

Selain menyebabkan Hermanus dan anaknya yang mengalami luka akibat serangan pelaku, dua polisi juga turut menjadi korban akibat peristiwa ini. Satu unit mobil angkutan umum juga dibakar massa. (*)

Penulis: Hengky Kadiwaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!