
PEMILUKADA Damai adalah landasan untuk melahirkan pemimpin berkualitas, dalam suasana yang harmonis suara kita, akan lebih di dengar dan pilihan kita mencerminkan harapan bersama, mari jaga kedamaian, pilih dengan bijak dan wujudkan masa depan Yang lebih baik untuk semua.
Seruan Pilkada Damai ini disampaikan Franky Umpain (Direktur Eksekutif Papuan Centre) sebagai salah satu narasumber pada kegiatan Coffe Morning bersama Kapolda Papua Barat di Sorong, 12 Oktober 2024 dengan tema “Pilkada Berintegritas : Mewujudkan Demokrasi Yang Berkualitas di Papua Barat Daya”.
Franky menyebut Pilkada adalah sarana demokrasi untuk memilih pemimpin daerah oleh masyarakat setempat, dan mencerminkan kedaulatan rakyat dalam menentukan arah pembangunan 5 tahun mendatang melalui pemimpinnya.
Konsep Pilkada damai, aku Franky, mengedepankan partisipasi konstruktif, mengurangi konflik antar pendukung dan akan menciptakan suasana aman dan suportif, dengan memfasilitasi ruang dialog terbuka di antara semua pihak.
“OAP atau Organisasi Advokasi Pemilih adalah entitas yang bertujuan mendukung dan mengawal pelaksanaan Pemilukada yang yang transparan, demokratis, fokus pada partisipasi masyarakat,” jelasnya.
“OAP bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat, melatih pemimpin lokal dan memastikan proses Pemilukada berlangsung secara adil tanpa intimidasi,” terangnya.
Lebih lanjut disampaikan Franky, peran OAP dalam pilkada bertangungjawab untuk mengedukasi pemilih, memfasilitasi dialog terbuka antar calon dan pemilih serta mendorong partisipasi aktif dalam Pemilukada.
“Peranan OAP sangatlah vital dalam memperjuangkan pemimpin yang mengambil keputusan berdasarkan kepentingan masyarakat dan menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam proses pemilukada,” imbuh Franky.
Dirinya menambahkan, kriteria pemimpin yang ASLI, indikasinya ciri-ciri Pemimpin yang diharapkan adalah karakter pemimpin yang Amanah, Sederhana dapat Bersinergi, Lugas dan Inovatif. Ditandai dengan sikap terbuka, dan bertanggungjawab atas keputusan serta dampaknya, mempertahankan prinsip dan etika bahkan dibawa tekanan sekalipun.
“Pemimpin yang baik pasti mengedepankan transparansi dalam kebijakan, dan proses pengambilan keputusan, serta memberikan akses yang terbuka kepada masyarakat untuk terlibat dalam mendapatkan informasi terkait pelayanan pembangunan daerahnya,” sebut Franky.
Franky berharap, peran OAP (Organisasi Advokasi Pemilih) dalam menciptakan kepemimpinan yang Asli ( Amanah, Sinergi/Sederhana, Lugas dan Inovatif). Pasalnya, Pemilukada berintegritas mewujudkan demokrasi berkualitas di Provinsi Papua Barat Daya adalah Tanggungjawab bersama seluruh pihak, baik komunitas Ormas, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda adalah agen perubahan yang menjadi bahagian dari masa depan pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya. (*/rls)